Warung Makan Gratis, Inspirasi Berbagi di Tengah Pandemi Covid-19

oleh -59 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Seorang warga Namlea, Kabupaten Buru, Maluku bernama Mujahid Galela berinisiatif mendirikan rumah makan gratis di tengah pandemi Covid-19 yang masih mendera daerah itu.

Pria (36 tahun) ini membuka warung makan gratis bernama DSAR CARE untuk membantu warga terdampak pandemi secara ekonomi.

Rumah makan gratis berlokasi di Desa Namlea tepatnya di pelataran masjid Al-Ikhwan, Jalan Dermaga, Namlea.

Warung yang tidak pernah sepi pengunjung ini dibuka oleh Galela dari pagi hingga sore hari dengan menyajikan berbagai menu sehat.

Warung ini terbuka untuk masyarakat umum, seperti tukang ojek, jamaah masjid, musafir, fakir miskin dan siapapun merasa lapar dan membutuhkan makanan.

“Kami buka dari pagi jam 9 sampai sore, tergantung stok makanan yang ada. Kalau habis tempo kita tutup tempo. Kalau sampai sore masih ada kita bagikan untuk penghuni kost yang tinggal di sekitaran sini,” kata Galela.

Di rumah makan gratis ini, Mujahid Galela mampu menyediakan menu paling sedikit untuk 100 orang atau 100 porsi setiap hari terkadang lebih. Warung buka sejak hari Senin hingga Jumat sesuai jadwal yang ditentukan.

Baca Juga  Musik Lokal Maluku Utara Iringi Peresmian Kantor Sinode GMIH

“Sekitar 100 porsi perhari. Saat hari Jumat, biasanya menu yang kita sajikan lebih banyak karena ada jamaah salat Jumat juga,” tukasnya.

Karena dibuka saat pandemi Covid-19, rumah makan ini juga menerapkan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

“Seperti biasa, kita siapkan tempat cuci tangan. Kita juga mengimbau agar tetap menjaga jarak serta memakai masker,” ujarnya.

Mujahid menceritakan, mendirikan rumah makan gratis ini awalnya merupakan inisiatif sendiri tanpa ingin melibatkan banyak pihak.

Seiring berjalannya waktu, keberadaan warung makan ini justru menggugah masyarakat lain untuk ikut mengambil bagian dalam aktifitas berbagi yang dilakukan Mujahid.

Sebagian warga ada yang mulai datang untuk memberikan sedekah berbagai menu makanan siap saji atau uang, hingga bahan mentah untuk dijadikan olahan menu makanan di warung ini.

Baca Juga  Selain Jerinx, 5 Anak Maluku ini Juga Siap Terima Tantangan Murad Ismail

“Awalnya kita memang berniat jalan sendiri. Kami tidak ingin melibatkan banyak orang untuk hal ini. Modal kita hanya iklas saja. Kalau jalan sama banyak orang takutnya ada kendala kedepan jadi kita, saya dan istri putuskan untuk jalan sendiri. Tapi alhamdulillah. Akhirnya dari postingan yang saya bagikan di sosial media supaya banyak orang yang datang untuk menikmati makanan di warung kami ini ternyata banyak juga yang tergerak hatinya untuk memberikan bantuan. Mulai dari sayur masak, lauk, sampai beras, juga sayur mentah juga. Ya kita mengucapkan banyak terima kasih, karena menurut kami berbagai itu bebas. Siapapun bisa berbagi. Alhamdulillah,” tutur Galela.

Kini rumah makan gratis DSAR CARE semakin dikenal banyak masyarakat dari semua kalangan. Mujahid berharap, rumah makan gratis yang ia bangun bisa terus ada dan bisa terus membantu banyak orang dalam meringankan sedikit beban ekonomi warga. Baik selama pandemi maupun setelah pandemi berakhir. Ia berharap rumah makannya bisa terus berdiri seterusnya.

Baca Juga  Jumlah Orang Miskin di Maluku Utara Capai 26 Ribu Jiwa

“Saya hanya berpesan bagi setiap orang yang datang agar mereka bisa mendoakan rumah makan kami untuk bisa terus berdiri dan membantu warga yang membutuhkan. Tidak banyak, tapi sedikit sedikit membantu yangembutuhkan. Karena itu niat kami dari awal. Berbagi untuk meringankan beban ekonomi warga,” kata Mujahid.

Hadirnya rumah makan gratis ini juga disambut baik oleh warga. Mahmud, seorang jamaah solat Jumat mengaku senang deng adanya sarung makan ini. Apalagi hadir di tengah pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah. Makanannya enak-enak seperti warung makan lainnya. Cuma ini kan gratis. Banyak warga yang sulit ekonomi tentu merasa terbantu dengan adanya sarung makan ini. Ya semoga DSAR CARE bisa terus berdiri untuk menanti banyak orang,” kata salah seorang warga. (ima)