WHO Minta Hapus Larangan Bepergian Dengan Syarat

oleh -140 views
Link Banner

Porostimur.com | Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta setiap negara untuk tidak lagi memberlakukan larangan bepergian kepada warganya. Namun, WHO berharap agar setiap orang mampu menjalani protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus corona secara masif.

Untuk diketahui, penyebaran covid-19 yang begitu masif membuat sejumlah negara melarang warganya berpergian ke luar negeri atau menerima warga negara lain.

“Akan hampir mustahil bagi masing-masing negara untuk menutup perbatasan mereka untuk masa mendatang. Ekonomi harus terbuka, orang harus bekerja, perdagangan harus dilanjutkan,” kata Kepala Program Kedaruratan WHO Mike Ryan seperti dikutip republika.co, Selasa (28/7/2020).

“Yang jelas adalah tekanan pada virus mendorong angka-angka ke bawah. Lepaskan tekanan itu dan kasusnya naik kembali,” ujarnya.

Link Banner
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (kompas)
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (kompas)

Sementara itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menjelaskan hanya dengan kepatuhan ketat pada langkah-langkah pencegahan, dari mengenakan masker hingga menghindari keramaian, dunia akan berhasil mengalahkan pandemi.

Baca Juga  Puisi-Puisi Marjorie Amal

“Di mana langkah-langkah ini diikuti, kasus turun. Di mana tidak, kasus naik,” katanya.

Tedros juga memuji Kanada, China, Jerman, dan Korea Selatan karena mengendalikan wabah. Tedros juga mengatakan komite darurat badan kesehatan PBB akan bersidang untuk memeriksa kembali deklarasi bahwa wabah Covid-19 merupakan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Deklarasi PHEIC yang disebut menandai tingkat alarm tertinggi di bawah aturan kesehatan internasional harus dievaluasi ulang setiap enam bulan.

Sebelum Covid-19, WHO hanya membuat deklarasi seperti itu lima kali sejak Peraturan Kesehatan Internasionalnya berubah pada 2007 untuk flu babi, polio, Zika, dan dua kali untuk wabah Ebola di Afrika.

Baca Juga  Bawaslu, KPU, Kominfo Perkuat Koordinasi Pengawasan Konten Pilkada di Internet

“Dari yang disebutkan, pandemi saat ini adalah yang paling mudah,” kata Tedros.

Namun demikian, terdapat sedikit keraguan bahwa komite darurat akan mempertimbangkan bahwa pandemi masih merupakan darurat kesehatan masyarakat global. Meski, tetap berpotensi dapat mengubah beberapa rekomendasinya tentang bagaimana WHO dan dunia harus merespons.
Situasi telah berubah secara dramatis sejak deklarasi dibuat.

“Ketika saya menyatakan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional pada 30 Januari, ada kurang dari 100 kasus di luar China dan tidak ada kematian,” kata Tedros.

Tetapi sejak itu, jumlah kasus telah melonjak melewati 16 juta dengan hampir 650 ribu kematian di seluruh dunia.

“Covid-19 telah mengubah dunia kita. Ia telah menyatukan orang, komunitas, dan bangsa, dan membuat mereka terpisah,” ujar Tedros.

Baca Juga  Banjir Gol, Hattrick Mohamed Salah Akhiri Perlawanan Leeds United!

WHO telah menghadapi kritik dari tempat-tempat tertentu untuk tanggapannya. Beberapa tuduhan itu mengatakan bahwa WHO bertindak terlalu lambat, namun dengan keras dibantah oleh WHO.

“Selama enam bulan terakhir, WHO telah bekerja tanpa lelah untuk mendukung negara-negara mempersiapkan dan menanggapi virus ini,” kata Tedros.

“Saya sangat bangga dengan organisasi kami, WHO, dan orang-orangnya yang luar biasa dan upaya mereka,” ujarnya menambahkan.

Tedros selama berbulan-bulan menghadapi serangan tanpa henti dari Presiden AS Donald Trump yang menuduh WHO sebagai `boneka China`. Awal bulan ini Trump memanfaatkan ancamannya untuk mulai menarik AS, yang sebelumnya merupakan donor terbesar WHO dari organisasi. (red/rtm/ljc)