Kolaborasi antara XCMG dan IWIP disebut menjadi contoh sinergi antara pengembangan teknologi dan kebutuhan industri. Sejak penandatanganan kerja sama, pembangunan hingga pengoperasian fasilitas tersebut diselesaikan dalam waktu sekitar satu setengah tahun.
Perwakilan IWIP menyambut positif kehadiran pabrik tersebut karena dinilai mampu mempercepat layanan sekaligus mendukung target pengurangan emisi.
“Selain lebih sesuai dengan kebutuhan operasional rendah karbon kami, respons layanan juga menjadi lebih cepat, sehingga secara nyata membantu kami meningkatkan efisiensi dan menekan biaya operasional,” ujar perwakilan IWIP.
Selama lebih dari tiga dekade beroperasi di Indonesia, XCMG telah membangun 32 jaringan penjualan dan 53 jaringan layanan yang didukung lebih dari 120 kendaraan servis serta sistem distribusi suku cadang tiga tingkat. Infrastruktur tersebut menopang lebih dari 30.000 unit alat berat XCMG yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan beroperasinya pabrik di Halmahera Tengah, XCMG menyatakan telah membangun rantai industri yang terintegrasi di Indonesia, mulai dari penelitian dan pengembangan, manufaktur, pasokan, penjualan, layanan hingga pembiayaan.
“Ke depan, XCMG akan menjadikan Basis Manufaktur Energi Baru Indonesia sebagai model percontohan manufaktur cerdas di pasar global. Dengan inovasi teknologi dan kolaborasi bersama mitra lokal, kami akan terus menghadirkan XCMG Solutions bagi pelanggan di seluruh dunia,” tutup Song Zhike.









