Yang Perlu Diketahui Dari Dexamethasone, Obat yang Diklaim Efektif untuk Pasien Covid-19

oleh -999 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Dexamethasone (deksametason) tengah menjadi sorotan karena dianggap sebagai terobosan besar dalam memerangi pandemi virus corona.

Pada Selasa (16/6/2020), para ahli yang dipimpin tim Universitas Oxford mengungkapkan temuan awal bahwa dexamethasone dapat mengurangi risiko kematian pada pasien Covid-19 dalam kondisi parah.

Temuan awal ini menjadikan dexamethasone sebagai obat pertama yang terbukti secara efektif bekerja melawan virus corona jenis baru.

Apa itu dexamethasone?

Dexamethasone merupakan obat steroid berbasis rendah yang biasanya dipakai mengobati berbagai reaksi alergi, rheumatoid arthritis dan asma, gangguan darah, kekebalan tubuh, masalah pernapasan hingga kanker tertentu.

Obat ini masuk dalam obat anti-inflamasi, kelompok obat untuk mengurangi peradangan sehingga meredakan nyeri dan menurunkan demam.

Penelitian dilakukan dengan meresepkan obat ini kepada sekitar 2.000 pasien yang terinfeksi corona virus dengan kasus parah.

Baca Juga  Istana Kedodoran, Banyak Isu dengan Gampang Dibalik untuk Menyerang Jokowi

Hasilnya, obat mampu mengurangi risiko kematian dengan rasio satu banding tiga untuk pasien yang menggunakan ventilator dan satu banding lima untuk pasien yang menggunakan tabung oksigen.

Dosis harian dexamethasone bisa mencegah satu dari delapan kematian pasien dengan ventilator dan menyelamatkan satu dari setiap 25 pasien yang membutuhkan bantuan oksigen.

Selain itu, tim melibatkan 4.000 pasien sebagai kelompok kontrol yang tidak diberi dexamethasone.

“Dexamethasone adalah obat pertama yang terbukti meningkatkan harapan hidup pasien Covid-19. Hasil ini sangat disambut baik,” kata Peter Horby, profesor Emerging Infectious Diseases di Departemen Kedokteran Nuffield, Universitas Oxford.

Efek samping dexamethasone

Dexamethasone telah masuk daftar WHO Model List of Essential Medicines sejak 1977 dalam berbagai formulasi.

Baca Juga  PNS Dilarang Cuti dan Mudik Lebaran Tahun 202, ini Aturannya

Obat jenis ini dapat diperoleh hampir di semua negara.

Mengonsumsi obat ini harus sesuai petunjuk dokter, dengan dosis dan lama pengobatan tergantung pada kondisi medis masing-masing pasien.

Beberapa efek samping dari mengonsumsi obat ini seperti perubahan siklus menstruasi, pusing, sakit perut, gangguan tidur, nafsu makan meningkat, demam, hingga dapat menyebabkan gangguan penglihatan.

Pemakaian obat ini juga perlu berhati-hati kepada seseorang dengan riwayat penyakit ginjal, TBC, diabetes, penyakit janutng, hipertensi, penyakit hati, dan gangguan pembekuan darah.

Harga obat berbasis dexamethasone tergolong murah. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa obat berbasis dexamethasone.

Namun, melihat efek sampingnya, sebaiknya tak membeli obat dexamethasone secara bebas tanpa resep dokter.

Baca Juga  Corona Beredar, Rupiah Ambyar

Tanggapan WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyambut baik temuan awal pemakaian dexamethasone terhadap pasien Covid-19 dalam kondisi kritis.

Pasien dengan ventilator, pengobatan terbukti mengurangi tingkat mortalitas sebanyak sepertiganya.

Untuk pasien dengan bantuan oksigen, tingkat mortalitas berkurang seperlimanya.

Namun ditegaskan bahwa temuan awal ini baru efektif pada pasien Covid-19 pada kondisi parah.

Sedangkan untuk pasien Covid-19 dengan gejala ringan, pengobatan menggunakan dexamethasone belum terbukti efektif.

“Ini berita yang sangat baik dan saya memberi selamat kepada Pemerintah Inggris, Universitas Oxford, dan kepada banyak rumah sakit di Inggris yang berkontribusi dalam menyelamatkan nyawa,” ujar Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus. (red/rtm/kcm)