Yusuf Wally Minta Kepastian Pasar Apung Bagi Pedagang Gedung Putih

oleh -15 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Anggota DPRD Kota Ambon, Yusuf Wally meminta kepastian dari Pemerintah Kota (Pemkot) terkait revitalisasi Pasar Mardika dan penggunaan bangunan pada Pasar Apung yang diperuntukan bagi pedagang Gedung Putih.

“Saat ini pedagang kaki lima yang menempati sisi jalan Pasar Mardika perlu mendapat perhatian dari Pemkot sambil menunggu rencana revitalisasi pasar.
Sebelum revitalisasi dilakukan, Pemkot harus telah selesai melakukan penyerahan kios sementara yang dibangun pada Pasar Apung, yang diperuntukan bagi pedagang Gedung Putih. Sampai saat ini bangunan tersebut masih kosong, sedangkan para pedagang perlu kepastian” ujar Wally di Kantor DPRD Kota Ambon, Selasa (2/2/2021).

Sesuai informasi dari Sekretaris Kota Ambon bahwa dalam proses revitalisasi pasar Mardika masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat dan hal ini menurut Wally dapat diselesaikan dalam waktu dekat ini juga terkait kepastian kios sementara di pasar Mardika yang dibangun Pemerintah Kota Ambon.

“Upaya yang dilakukan teman-teman komisi II dengan melakukan rapat berulang kali antara pedagang dengan pihak Disperindag, menguras pikiran agar mendapatkan solusi terkait relokasi pedagang, dalam proses revitalisasi pasar Mardika. Bahkan pernah dilakukan rapat bersama Komisi II dan III bersama dengan Dinas terkait, dan salah satu hasil rapat tersebut telah disepakati bahwa bangunan sementara di Pasar Apung itu diperuntukan bagi pedagang Gedung Putih, yaitu pedagang pakaian dan mainan, namun sampai saat ini bangunan tersebut belum juga ada yang tempati”, ungkap Wally.

Saat rapat bersama tersebut, informasi mewakili Dinas PUPR akan dilakukan pembangunan pagar pada wilayah pekerjaan, agar tidak menghalangi proses pekerjaan.

Baca Juga  Menko Polhukam Gelar Silaturahim Bersama Forkopimda & Tokoh Maluku

Caleg PKS ini menyampaikan saat dirinya meninjau ke Pasar, pagar hanya dibangun pada areal pintu masuk ke Terminal B, yang saat ini sudah dipenuhi pedagang pada sepanjang pagar tersebut, sehingga saat ini juga perlu disosialisasikan areal pagar yang akan dibuat pada areal hadap pantai atau Pasar Apung.

Hal ini dikarenakan banyak sekali pedagang kaki lima yang menempati wilayah tersebut, sehingga perlu sosialisasi dari Pemkot terkait pembangunan areal pagar, agar pedagang juga tau informasi terkait proses pagar yang akan dibangun, sehingga jika memungkinkan tidak menghalangi pembangunan Pasar Mardika kedepan, para pedagang yang berada di kanan kiri jalan dapat ditata secara baik.

Menurutnya, Pemkot Ambon akan kesulitan mengatur para pedagang kaki lima yang saat ini menempati kanan kiri jalan, karena jumlahnya yang banyak, dan penolakan untuk dipindahkan di pasar lain juga menjadi penghalang, sehingga Pemkot dapat melakukan penataan para pedagang kaki lima agar tidak menghambat pembangunan Pasar Mardika kedepan.

Kata caleg dua periode ini, saat ini saja terminal sudah tidak terurus dipenuhi para pedagang, jika pemerintah tidak dapat mengatasi hal ini, perlu penataan pada mereka, dan terminal harus disterilkan. Kedepan jika penjagaan seperti yang saat ini dilakukan, maka dipastikan saat pembongkaran Pasar Mardika, para pedagang akan merangsek masuk kedalam terminal.

Baca Juga  Residivis Pembunuh Kiki Kumala Ditangkap Polisi di Tidore

Wally menambahkan, informasi terkait Pasar Apung Mardika perlu transparansi, karena saat ini pedagang tidak pernah menolak ditempati pada lokasi tersebut, namun pemerintah tidak transparansi terkait lokasi tersebut yang sudah berpenghuni sebelum digunakan oleh pedagang Gedung Putih.

“Sebagai anggota dewan saya melaksanakan tugas pengawasan terkait revitalisasi Pasar Mardika, Kita semua sangat mendukung pembangunan Pasar Mardika dapat dilakukan, namun pemerintah tidak bisa menutup mata dengan kondisi saat ini terkait kepemilikan Pasar Apung di Mardika”, tukasnya.

Menurut Wally, jika benar pedagang menolak untuk ditempati pada Pasar Apung Mardika, sangat bertolak belakang dengan informasi pedagang Gedung Putih saat terakhir mendatangi kantor DPRD Kota Ambon. Mereka (pedagang) bersedia di undi untuk dilakukan relokasi ke Pasar Apung, namun sampai saat ini Pemkot belum juga melakukan pengundian pada Pasar Apung tersebut. Hambatan pengundian karena jumlah pedagang Gedung Putih berjumlah 599 kios, sedangkan kios yang tersedia hanya 336 kios. Sangat ironis dari jumlah kios di Gedung Putih yang berjumlah 599 kios, mereka para pedagang Gedung Putih hanya meminta 270 kios, namun yang disetujui hanya 140 kios oleh Pemkot.

“Yang menjadi pertanyaan besar saya adalah dari jumlah 336 kios hanya diberikan 140 kios, lalu sisa 226 kios dikemanakan? Terkait 226 kios yang perlu menjadi perhatian serius semua pihak, serius untuk di lakukan pengecekan oleh Pemkot, jumlah 226 kios diperuntukan untuk siapa? padahal saya katakan lagi, hasil rapat Pemkot dengan DPRD Kota Ambon bahwa Pasar Apung akan diperuntukan bagi pedagang Gedung Putih”, tanya Wally.

Baca Juga  Sudah Lanjut Usia, Gubernur & Wagub Malut Tak Akan Divaksin

Menurutnya, data terkait itu semua sudah di pegang oleh Kepala Disperindag yang lalu Piet Leuwol, serta info terakhir data 270 kios yang dimasukan pedagang Pasar Apung sudah diserahkan pada Plt. Disperindag saat ini. Dari 599 kios dan hanya di minta 270 kios, bahwa pedagang Gedung Putih bersepakat agar yang memiliki dua kios di Gedung Putih hanya mendapat satu kios pada bangunan sementara yang dibangun Pemkot di Pasar Apung.

“Harapan saya masalah ini dapat diselesaikan agar pembangunan Revitalisasi Pasar Mardika kedepan dapat berjalan lancar, dan saya yakin pedagang tidak mungkin menolak untuk ditempati pada Pasar Apung, namun kepastian yang tak kunjung datang yang menjadi perhatian pemerintah Kota Ambon. Sesuai rapat dengan Komisi II sudah di sepakati 270 sesuai dengan permintaan, namun hanya di akomodir 140, pemerintah perlu melihat hal ini, karena kesepakatan sudah dikakukan antara Pemkot, pedagang dan Komisi II DPRD Kota Ambon”, tutup Wally. (alena)