Yusuf Wally Minta Pemkot Efektifkan Anggaran

oleh -20 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Anggota DPRD Kota Ambon, Yusuf Wally mengatakan pada saat pembahasan APBD 2021 kemarin, masih ada kekurangan yang cukup besar untuk mengurangi rumah kumuh yang ada di Kota Ambon, khususnya daerah kumuh berdasarkan SK Wali Kota karena kemampuan daerah yang cukup minim, karena anggaran dipotong untuk penanganan Covid-19.

Untuk menunjang program dari pemerintah pusat untuk Program Permukiman 100-0-100 yakni perumahan kumuh di kota Ambon harus bisa dinolkan.

“Itu harus betul-betul diefektifkan lewat anggaran yang ada di Pemerintah Kota (Pemkot) sehingga program-program yang tidak terlalu efektif dalam penanganan masalah masyarakat itu coba dikurangi. Sehingga efektifitas anggaran dapat terlaksana”, ujar Wally kepada porostimur, Rabu (9/12/2020).

Baca Juga  Pemda Halut Batasi Kehadiran Pendatang

Menurut Wally, jika pendapatan daerah bisa dinaikkan maka bermanfaat juga untuk pembangunan langsung bagi masyarakat, tetapi jika hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat, maka sudah dipastikan tidak akan cukup untuk daerah.

Wally menambahkan pada saat pembahasan anggaran di DPRD Kota Ambon 2021, awalnya Badan Anggaran menyetujui anggaran sebesar Rp1,247 miliar kemudian ditetapkan dalam pidato walikota angka ini berubah atas penjelasan Sekot Anthony Gustaf Latuheru karena Kota Ambon mengalami defisit yang cukup besar. Kemudian hal ini bisa diimbangi kembali di angka normal seperti yang disampikan Walikota dalam pidatonya.

“Ternyata Pemkot bisa menaikan pendapatan sehingga bisa dapat menutupi defisit Kota Ambon dalam setiap tahun pembahasan anggaran. Jadi seharusnya pada semua dinas harus bisa menyampaikan potensi pendapatan pada setiap OPD pengumpul. Jadi realisasi pendapatan itu harus betul-betul harus riil yang disampaikan kepada publik oleh pemerintah daerah bukan hanya pada saat menutupi defisit yang terjadi kemudian itu bisa dinaikan lewat pendapatan daerah”, ungkapnya.

Baca Juga  Korem 151/Binaiya Gelar Olahraga Bersama

Semua pendapatan Kota Ambon baik pajak maupun retribusi pada tahun 2020 tidak mencapai target. DPRD sendiri sudah berupaya untuk menaikan pada anggaran 2021 tetapi semua OPD belum berani untuk menaikan pendapatan.

Padahal ada kerjasama antara KPK, Bank Maluku, dan pemkot didalam peningkatan pendapatan daerah. Dipastikan di tahun 2021 ada empat bidang yang difokuskan dalam pendapatan daerah itu akan meningkat 100%. Ia berharap semua dinas yang lain pun dapat melakukan hal yang sama.

“Ini merupakan PR besar bagi Wali Kota, Bapekot dan Sekot agar bisa mengefektifkan semua OPD pengumpul jangan hanya pada keempat bidang itu saja dan kita akan lihat kedepannya pada pajak parkir apakah bisa ditingkatkan 100% dari diadakannya alat elektronik parkir atau tidak, karena Dispenda baru mengadakan box untuk peningkatan pajak di tiap-tiap hotel dan rumah makan karena ini bentuk kerjasama dan akan ada 100 box yang dibuat kedepan untuk peningkatan pajak daerah lewat retribusi hotel dan rumah makan”, ungkap Wally. (alena)