ZADI-IMAM Libatkan Partisipasi Warga Melalui Perjuangan Wa Lima

oleh -52 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Pilkada Kepulauan Sula bakal seru dan semakin menarik. Setelah mendeklair akan mendorong program pemberdayaan ekonimo masyarakat Kepuluan Sula, pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Kepulauan Sula Zulfahri Abdullah-Ismail Umasugi kembali bikin gebrakan konsep penggalangan dana kampanye swadaya.

Pola “perjuangan wa limaa (berjamaah) ” ini diharapkan mengedukasi masyarakat pemilih di Kepuluan Sula agar mampu memilih dan memilah, serta mendukung calon pemimpin daerah yang memang bervisi dan misi paling realistis. Selain itu untuk mendorong pelibatan partisipasi aktif masyarakat dalam pesta demokrasi di tanah Sula.

“Perjuangan Wa Lima agar terjadi peneguhan komitmen yang mengikutsertakan partisipasi warga dalam perjuangan bersama. Harapannya lainnya, memunculkan kesadaran kolektif dari rakyat mau secara sukarela ‘berkontribusi’ secara mandiri,” kata Zulfahri Abdullah (Bang Zul), Selasa (29/9/2020)

Politisi muda PKS ini menjelaskan, gagasan ini muncul dari semangat bersama dari para relawan dan tim pemenangan ZADI-IMAM. Pola penggalangan resources partisipatif ini akan cukup efektif menjadi penyemangat masyarakat dalam mendukung calon pemimpin idola mereka.

Link Banner

Konsep serupa ini juga pernah diterapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam Pilkada Jabar 2018, demikian juga Capres-Cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2018.

Baca Juga  Pangdam XVI/Pattimura Kunjungi Maluku Utara

“Model keswadayaan politik seperti ini dalam praktek tentu perlu penyesuaian maksud dalam merawat harapan dan kepercayaan masyarakat,” tambah Bang Zul.

Lebih jauh Zulfahri mengulas, bukan hanya sekadar membantu pasangan calon dalam pemenuhan kebutuhan dana kampanye, konsep ini diyakini akan merekatkan semangat demokrasi yang jujur dan transparan.

Dalam program perjuangan Wa Lima ZADI-IMAM, para relawan, simpatisan dan masyarakat Kepulauan Sula pada umumnya yang simpati dan mendukung visi dan misi pasangan ini, diberi ruang terbuka untuk berjuang bersama.

Bang Zul mengungkapkan, relawan dan simpatisan berasal dari banyak kalangan dengan beragam latar belakang. Mereka dapat berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing. Bukan hanya dalam bentuk penggalangan dana, tetapi juga support kegiatan selama Pilkada berjalan.

Baca Juga  Pangdam Pattimura Motivasi Prajurit Dengan Lagu

Dukungan dalam perjuangan berjamaah dengan konsep Wa Lima juga akan tercatat secara transparan. Dana yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk kebutuhan kampanye dan keperluan penyediaan saksi-saksi di TPS dalam Pilkada kelak.

“Dengan begini, kan, transparan dananya, masuk ke rekening kampanye, dilaporkan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum). Masyarakat bisa lihat di website,” bebernya.

Menurutnya konsep perjuangan berjamaah dengan konsep Wa Lima yang diusung ZADI-IMAM, ada nilai yang hendak diperjuangkan sekaligus merubah persepsi masyarakat terhadap makna Pilkada.

Kedua Wa Lima merupakan konsep membuka ruang bagi masyarakat yang menginginkan perubahan lebih baik di Kepulauan Sula untuk bisa ikut berjuang dan berkontribusi dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing.

Baca Juga  Gempa 5.1 Magnitude Guncang Maluku Tengah

“Pola ini bisa menjadi trigger perekat semangat perjuangan bersama untuk meraih harapan dan cita cita perjuangan bersama dan budaya Pia Sua,” ulasnya.

Di sisi lain, papar dia, konsep ini juga memberi edukasi dan pencerahan politik kepada masyarakat sekaligus mengubah image pemilihan dalam dunia politik yang kerab kali diwarnai dengan praktik politik uang.

“Setidaknya ZADI-IMAM melalui event pilkada serentak ingin memberikan pembelajaran, bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika niat dan ikhtiar untuk melakukan perubahan tersebut bersinergi dengan energi positif berjamaah dalam skala yang masiv,” tukasnya. (red)