Porostimur.com, Washington — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti masih tersendatnya penyaluran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, meski gencatan senjata telah diberlakukan sejak Oktober lalu. Lembaga dunia itu menilai pembatasan yang diberlakukan Israel membuat operasi kemanusiaan belum berjalan optimal.
Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric, mengatakan tim kemanusiaan di lapangan terus melaporkan adanya hambatan serius dalam distribusi bantuan.
“Berbagai upaya pengiriman logistik, medis, dan kebutuhan dasar warga Gaza kerap tertunda atau tidak mendapatkan izin masuk,” kata Dujarric seperti dilansir Wafa, Jumat (20/2/2026).
Hanya Separuh Misi Disetujui
Dujarric mengungkapkan, dari sekitar 50 misi bantuan yang dikoordinasikan dalam periode 6 hingga 11 Februari, hanya separuh yang mendapatkan persetujuan otoritas Israel. Kondisi ini membuat banyak program kemanusiaan tidak berjalan sesuai rencana.
Akibatnya, distribusi logistik, obat-obatan, serta kebutuhan dasar warga sipil terhambat, di tengah kondisi yang sudah rapuh akibat konflik berkepanjangan.
Menurut PBB, akses kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan merupakan kewajiban dalam situasi konflik, terutama untuk melindungi warga sipil yang terdampak langsung.









