Zona Merah, Sekolah di Ambon Pakai Kurikulum Darurat

oleh -65 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan kurikulum khusus bersamaan dengan adanya penyesuaian Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri.

Dalam Keputusan Mendikbud Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus, satuan pendidikan dalam kondisi khusus dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.

Menurut Mendikbud Nadiem Makarim, kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa.

Satuan pendidikan pada kondisi khusus dalam pelaksanaan pembelajaran bisa tetap mengacu pada Kurikulum Nasional, menggunakan kurikulum darurat, atau melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

Link Banner

“Semua jenjang pendidikan pada kondisi khusus dapat memilih dari tiga opsi kurikulum tersebut,” ujar Nadiem Makarim. Kurikulum darurat (dalam kondisi khusus) yang disiapkan oleh Kemendikbud merupakan penyederhanaan dari kurikulum nasional.

Baca Juga  Jelang Lebaran, IPPMAT Bersihkan Keramat

“Sekolah saya masuk dalam zona merah. Awalnya sebelum keluar kurikulum darurat atau kurikulum khusus kami mengikuti kompetensi dasar kurikulum normal,” kata Alfi mengutip JPNN.com, Jumat (21/8/2020).

Namun, lanjutnya, dalam pelaksanaan guru-guru tetap memetakan materi esensial atau materi-materi yang dianggap penting untuk diajarkan pada kondisi khusus.

“Setelah dikeluarkan kurikulum darurat pada kondisi khusus kami kembali memetakan menyesuaikan dengan kondisi. Kurikulum darurat ini mengatur teknis materi dan protokoler kesehatan,” terangnya.

Dengan adanya kurikulum darurat, metode pembelajaran makin mudah. Apalagi siswa yang tidak memiliki handphone sama sekali di rumah. Bagi yang tidak punya HP, pembelajaran untuk siswa dilakukan lewat modul.

“Kami bagikan modul/buku ke siswa untuk dipelajari per subtema dengan tugas dan produk. Kemudian setelah selesai per subtema kami mengganti lagi subtema berikutnya,” paparnya.

Baca Juga  Polsek Teluk Ambon Bagi Masker Kepada Masyarakat

Bagi siswa yang memiliki HP di rumah tetapi pinjam orang tua, pembelajarannya dijadwalkan malam setelah selesai Salat Isya.

Sedangkan untuk siswa yang punya HP, metode pembelajarannya menggunakan Google Classroom. Materi/bahan ajar di Google Classroom bisa diakses siswa kapan saja.

“Lewat pemetaan seperti itu, kami bisa melakukan pembelajaran meski lewat belajar dari rumah,” tandasnya. (red/jpnn)