Zulfahri Abdullah, Satu-Satunya Putra Asli Sula yang Maju di Pilkada

oleh -110 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Meskipun ada tiga pasangan calon yang maju di Pilkada Kepulauan Sula Tahun 2020, namun hanya satu putra asli Sula yang maju sebagai calon bupati, yaitu: Zulfahri Abdullah, putra dari Fagudu yang merupakan satu dari empat klan (soa) yang ada di Kepuluan Sula, yakni Fagudu, Falahu, Fatce dan Mangon.

Zulfahri Abdullah berpasangan dengan Ismail Umasugi yang juga merupakan putra asli Sula.

Zulfahri Abdullah adalah salah satu tokoh muda Sula dan merupakan wakil bupati Kepulauan Sula saat ini yang berniat kuat mencalonkan diri sebagai bupati karena ingin membangun Kepulauan Sula yang lebih baik lagi.

Di mata masyarakat Zulfahri Abdullah terkenal ramah dan merakyat, sehingga pada pemilu beberapa tahun lalu dirinya mampu menjadi anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dua periode sebelum menjadi wakil bupati.

Link Banner

“Satu- satunya putra asli Sula yang maju sebagai bupati hanya saya. Ada Pak Haji Umar Umabaihi yang maju sebagai wakil berpasangan dengan mantan saya. Selama ini saya hanya menjabat sebagai wakil bupati jadi saya sudah rasakan. Saya berharap kakak saya Pak Haji Umar tidak merasakan apa yang pernah saya rasakan sebagai wakil bupati,” papar Zulfahri.

Baca Juga  Survei Ombudsman: Malut Urutan 8, Maluku Urutan 10 dalam Pelayanan Publik

“Saat ini saya putra asli Sula maju sebagai Bupati, berpasangan dengan Bang Haji Ismail Umasugi, juga putra asli Sula, Pia Sua. Disini saya bukan mengkotak-kotakan, namun menceritakan sejarah saja. Mudah-mudahan masyarakat Kepulauan Sula memberikan Doa Restu dan Ridhonya kepada kami sebagai pasangan calon Bupati hingga pada pemilihan pada bulan Desember tahun 2020 ini,” ucap kader PKS ini.

Sementara itu, Ketua OKK Partai NasDem Kepulauan Sula, Damrin Panigfat mengingatkan masyarakat dan pemuda Kepuluan Sula agar memilih calon bupati yang memiliki visi dan misi yang pro rakyat. Sebab kemajuan daerah sangat tergantung kepada kualitas pemimpinnya.

Oleh karena itu, ia mengingatkan agar memilih calon pemimpin yang terbaik menjadi niscaya. Sehingga di Sula akan lahir kepala daerah yang mencatatkan prestasi gemilang.

Baca Juga  Masyarakat Ambon Menyambut Natal Dalam Keadaan Pandemi Corona

“Kami mengharapkan agar masyarakat memilih pemimpin yang punya visi dan misi yang jelas serta pro kepada rakyat dan marilah kita junjung demokrasi untuk mensuksekkan Pilkada serentak ini. Terkhusus pemuda, harus mengambil peran dalam pilkada kali ini, mengingat pemuda adalah generasi emas bangsa yang akan melanjutkan perjuangan-perjuangan yang terdahulu,” ujarnya.

“Di era digital seperti sekarang ini sangat mudah menemukan dan mempelajari visi dan misi setiap calon. Jangan ada lagi yang memilih karena iming-iming uang dan bantuan lainnya”, tambahnya.

Idham sapaannya, mengatakan bahwa pilkada tidak selesai dalam sehari, efeknya sampai lima tahun kedepan. “jadi pilkada ini kan tidak selesai pas pencoblosan saja, tapi akan berdampak terhadap kelangsungan hidup masyarakat Kepuluan Sula lima tahun kedepan. Oleh karena itu, kita harus jeli dalam memilih nahkoda yang akan mengurus hajat hidup orang banyak” terangnya.

Baca Juga  Anggaran Pengamanan Pilkada Kepulaun Sula Rp1,2 Miliar.

Panigfat juga menghimbau seluruh pihak untuk membantu Bawaslu Kepuluan Sula dalam mengawasi jalannya pilkada tahun ini, agar pilkada berlangsung kondusif dan aman.

“Kami juga meminta kepada semua pihak untuk menjaga iklim demokrasi di Kepuluan Sula dengan cara tidak menyebar hoax, menghindari money politic dan tidak melakukan black campaign dan marilah kita gunakan hak suara kita dengan cara menjadi pemilih cerdas dan berkualitas pada Pilkada Serentak tahun 2020,” pungkasnya. (red)