Zulfahri Duwila: Memimpin Kepulauan Sula Harus Dengan Hati

oleh -89 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Mengukuhkan niat nya untuk maju sebagai Calon Bupati Kepulauan Sula pada Pilkada 2010 mendatang, Zulfahri Duwila berjanji akan menunjukkan kepemimpinan yang penuh prestasi.

Putra asli Sula ini menyatakan tekadnya untuk membawa Kepulauan Sula menjadi daerah yang makmur dalam semangat kebersamaan.

Zulfahri yang kini menjabat sebagai wakil bupati mengatakan, keinginannya untuk membangun pola kepemimpinan yang membawa banyak manfaat bagi warga Kepulauan Sula.

Berbincang dengan porostimur.com, Zulfahri memaparkan visi dan kiatnya dalam memimpin Kabupaten Kepulauan Sula.

Bagi Zulfahri, menjadi pemimpin bukanlah sebuah kebetulan atau pun aji mumpung. Ia memandang kepemimpinan merupakan proses yang menuntut kerja keras dan bekal ilmu yang mumpuni.

“Pemimpin harus tampil dalam satu paket yang lengkap, dari kemampuan berpikir, kemampuan leadership, itu harus diimbangi dengan pembekalan diri dan pengalaman. Jadi jangan asal ikut politik, tapi bingung ketika berhadapan dengan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, menurut Zul, seorang pemimpin harus memiliki fondasi keimanan yang kuat. Karena mustahil ada pemimpin besar tanpa memiliki fondasi keimanan yang kuat.

Baca Juga  Palsukan Deposito 45 M, Staf BNI Makassar Bobol Bank Sendiri

“Karena pemimpin besar tentu godaannya juga besar, dengan keimananlah wahyu dari Tuhan Yang Maha Esa itu mengarahkan bagaimana pemimpin mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. Pemimpin itu kaki tangan Tuhan, agar pemimpin bisa membawa rakyatnya menuju kemakmuran, hidup yang layak,” papar Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sula ini.

Seiring dengan itu, anak muda ini menuturkan, salah satu sektor yang turut menjadi perhatiannya jika terpilih sebagai bupati adalah meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan kaum perempuan. Terkait dengan program kesehatan misalnya, menekan angka kasus kanker serviks, kematian ibu melahirkan, serta gizi anak secara berkesinambungan.

Ia juga akan mendorong kaum perempuan agar lebih produktif dalam bidang ekonomi dengan jalan memberikan pelatihan wirausaha dan keterampilan kepada ibu-ibu di pedesaan.

Baginya, mengunjungi masyarakat hingga ke pelosok-pelosok desa adalah investasi hati. Dengan semakin sering menyapa masyarakat, memberikan sumbangsih dan karya yang dapat mengangkat taraf hidup mereka adalah kerja-kerja politik yang sesungguhnya.

Baca Juga  Timor Leste Siap Bentuk Pemerintahan Baru Dengan Perdana Menteri Xanana Gusmao

“Kaum permpuan itu juga harus diberikan kesempatan untuk berkarya, Jadi kaum perempuan itu bukan kaum yang harus dimanja-manja, diperlakukan seperti boneka di lemari kaca. Saya pun akan memberikan kesempatan jika dia layak dan pantas untuk menduduki posisi di birokrasi. Tapi kalau belum mampu ya kita suruh belajar. Soal kesetaraan gender sendiri bagi saya penting, tapi jangan sampai menjadi boomerang untuk kaum perempuan sendiri jadi terhanyut dan malas belajar. Kaum perempuan harus mampu menunjukkan dedikasi, prestasi, dan kemampuan terbaiknya,” paparnya.

Ia menyadari bahwa menjadi pemimpin sebuah kabupaten tentu bukan hal mudah, meski demikian Zulfahri berjanji akan beejuang sepenuh hati dalam menghadapi semua persoalan yang ada di masyarakat.

Bagi dia tidak ada duka, karena masalah apapun yang terjadi itu menurutnya adalah pembelajaran dari Tuhan. Ia sangat menghayati spirit budaya wa lima dalam tradisi Sula, yang kurang lebih berarti menyumbangkan tenaga, berbuat sesuatu demi kemaslahatan bersama.

Baca Juga  Pangdam XVI/Pattimura Silaturrahmi dengan Pemkab Halut

Dengan semangat Wa Lima dan Pamanatol itulah Zulfahri mengikrarkan tekadnya untuk membangun Kabupaten Kepulauan Sula dengan motto Sula Bermarrabat, sehingga pada gilirannya nanti semua warga merasa bangga menjadi bagian dari Kepulauan Sula.

Menurutnya, kecintaan akan potensi sendiri adalah modal penting bagi kemajuan daerah. Oleh karena itu dalam visi kepemimpinannya Zulfahri sangat mengharapkan agar Kepulauan Sula bisa mandiri dan sejahtera dengan ekonomi kerakyatannya.

“Saya akan membuat kesepakatan kerjasama dengan Kabupaten-kabupaten lain di Maluku Utara maupun daerah lain untuk memasarkan hasil pertanian dan produk BUMDes lainnya, juga dengan pihak luar negeri dalam pemasaran produk unggulan juga sektor pariwisata. Intinya agar APDB bisa menyerap hasil produksi rakyat, kemudian kita kelola dan hasilnya dikembalikan untuk rakyat,” pungkas Zulfahri.

Intinya menurut Zulfahri, memimpin Kabupaten Kepulauan Sula harus dengan Hati. (raka)