Puluhan Tahun Terisolasi, Warga Watui Terpaksa Tandu Orang Sakit Puluhan Kilometer

oleh -19 Dilihat
Ketiadaan akses jalan yang memadai membuat warga Desa Watui, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, masih harus berjuang menghadapi keterisolasian.

Porostimur.com, Piru – Ketiadaan akses jalan yang memadai membuat warga Desa Watui, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, masih harus berjuang menghadapi keterisolasian. Bagi masyarakat setempat, kondisi ini bukan sekadar persoalan transportasi, tetapi juga menyangkut keselamatan jiwa ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan medis.

Di tengah keterbatasan infrastruktur tersebut, warga yang jatuh sakit terpaksa ditandu melewati medan sulit untuk mencapai fasilitas kesehatan. Jarak perjalanan yang harus ditempuh bahkan mencapai puluhan kilometer, sebuah kondisi yang memperlihatkan beratnya perjuangan masyarakat Watui untuk memperoleh pelayanan dasar.

Persoalan akses jalan ini disebut telah berlangsung selama puluhan tahun. Hingga kini, masyarakat masih menghadapi kesulitan mobilitas akibat belum tersedianya infrastruktur transportasi darat yang memadai untuk menghubungkan desa mereka dengan wilayah lain.

Baca Juga  Ketika Kritik Berubah Menjadi Vonis: Siapa Sebenarnya yang Membungkam Nalar?

Salah satu warga Watui, Roberto Bitalessy, kepada Porostimur.com, Rabu (21/10/2026), mengungkapkan bahwa keterbatasan akses jalan telah menjadi persoalan serius bagi kehidupan masyarakat sehari-hari.

Menurut Roberto, dampak paling berat dirasakan ketika warga membutuhkan pelayanan kesehatan dalam keadaan darurat. Tidak tersedianya akses transportasi yang layak membuat proses membawa pasien menuju fasilitas medis menjadi jauh lebih sulit, menguras tenaga, dan berisiko memperlambat penanganan.

No More Posts Available.

No more pages to load.