Ratusan Aktivis Disebut Alami Kekerasan
Lamont menyebut sekitar 180 aktivis yang ditahan di satu kapal mengalami berbagai bentuk kekerasan. Beberapa di antaranya dilaporkan mengalami patah tulang, sengatan listrik, hingga disuntik zat yang tidak diketahui.
Meski demikian, ia menegaskan para aktivis tetap bertahan secara mental.
“Mereka mungkin mematahkan tulang kami, tetapi tidak menghancurkan semangat kami,” katanya.
Aktivis lain, Gemma O’Toole, juga mengaku mengalami kekerasan fisik selama penahanan. Mahasiswi berusia 23 tahun itu mengaku mengalami trauma setelah kembali ke Australia.
“Saya lega bisa pulang, tetapi saya sangat sedih dan trauma. Butuh waktu untuk memproses semua yang terjadi,” ujarnya.
Israel Bantah Tuduhan
Di sisi lain, militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) membantah seluruh tuduhan tersebut. Dalam pernyataannya, IDF menegaskan bahwa prosedur operasi mereka mengharuskan perlakuan yang hormat terhadap para aktivis.
“Tidak ada insiden penyimpangan dari prosedur yang diketahui. Setiap pengaduan konkret akan diperiksa secara menyeluruh,” demikian pernyataan resmi IDF.
Sementara itu, perhatian publik juga tertuju pada pernyataan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir, yang sebelumnya menuai kontroversi setelah beredarnya video perlakuan terhadap aktivis yang ditahan.









