Berpenumpang 25 Orang, Kapal Kargo Pengangkut Nikel Hilang Kontak di Perairan Pulau Buru

oleh -93 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Kapal kargo MV Nur Allya bermuatan nikel hilang kontak di perairan Utara Pulau Buru, Maluku. Kapal kargo milik PT Gurita Lintas Samudra memiliki awak 25 orang yang berlayar dari rute Pulau Weda, Maluku Utara tujuan Morosi, Sulewasei Tenggara.

Kapal tersebut diketahui hilang kontak sejak Selasa (20/8). Petugas dari Kantor SAR Ambon mulai melakukan pencarian termasuk 25 awak yang ada di kapal pada hari ini.

Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muslimin, mengatakan, kapal kargo pengangkut nikel itu, hilang kontak di sekitar perairan utara Pulau Buru, Maluku. Selain membawa nikel, kapal dengan nama MV Nur Allya itu juga berpenumpang 25 orang.

Kapal kargo MV Nur Allya diperkirakan hilang kontak pada lokasi koordinat 02° 36’00” S / 127°12’00” E. Jarak lokasi dengan Pos SAR Namlea adalah 44 NM, Heading 9,51° utara Pulau Buru atau LKP sekitar 106 Nm, Heading 316,02° barat laut pulau Ambon.

Link Banner

“Laporannya baru kami terima dari BCC dan Kantor SAR Ternate, Provinsi Maluku Utara hari ini sekitar pukul 13:00 WIT kalau kapal tersebut mengalami hilang kontak atau Distress signal,” kata Muslimin di Ambon, Minggu 25 Agustus 2019.

Baca Juga  Ini Pesan Bupati Maluku Tenggara kepada Sekda yang Baru
Lokasi hilangnya kapal MV Allya

Pihaknya pun langsung melakukan koordinasi dengan BCC dan Kansar Ternate, dan setelah menerima informasi awal, kemudian Pos SAR Namlea, Pulau Buru berkoordinasi dengan potensi SAR untuk melakukan pengecekan ke titik koordinat yang dimaksud.

Kemudian pada pukul 13:45 WIT, tim rescue diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pencarian dengan menggunakan RIB yang jarak waktu tempuhnya kurang lebih dua jam perjalanan.

Kondisi cuaca saat pemberangkatan regu penyelamat adalah tiupan angin dari arah timur ke barat laut berkecepatan 15 – 20 Knot dan tinggi gelombangnya antara 0,75 – 1 meter.

Sedangkan data kapal yang telah diterima Kantor Basarnas adalah MV Nur Allya berbendera Indonesia dan merupakan kapal jenis kargo, Call Sign : POAC,
IMO/MMSI : 9245237 / 525020021 dengan ukuran 30089 Gross Tonnage berpenumpang 25 orang.

Baca Juga  Kakankemenag: New Normal Disiplin dan Kesadaran Bersama Kunci Utama

Diketahui, kapal tersebut milik PT Gurita Lintas Samudra sepanjang 189 meter dan lebar 32 meter. Yakni memiliki lambung hitam atas merah dan memuat biji nikel.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Markas Unit (Marnit) Polisi Perairan dan Udara Weda Kabupaten Halmahera Tengah telah menerima sebuah informasi terkait dengan kehilangan kontak sebuah kapal agen PT Bintang Timur, di titik kordinat 01-18.08 S 128-38.04 E.

Hal ini disampaikan Danpos Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Weda Brigpol Ahcmad Zakir kepada awak media Jumat, (23/08/2019) pukul 20.00 WIT di Marnit Weda di Desa Fidi Jaya Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah.

Kapal tersebut bernama MV Nur Allya dinakodai Adriyan Banton bersama ABK sebanyak 25 orang berangkat dari Sepo Kecamatan Weda Utara menuju Morosi Sulawesi Tenggara sejak Selasa, (20/08/2019) kemarin pukul 12.00 WIT.

Baca Juga  Polsek Leihitu dan Warga Seith Bangun Jembatan Darurat

Kapal jenis cargo tersebut memuat ore/nikel dilaporkan hilang kontak pada hari Kamis, (22/08/2019) kemarin pukul 20.00 WIT (malam).

Menurut Danpos Polairud Marnit Weda jumlah ABK kapal tersebut sebanyak 25 orang sudah termasuk nakoda. Kapal tersebut hilang kontak diperairan Obi Kabupaten Halmahera Selatan.

Informasi tersebut menurutnya di dapat dari pihak Agen PT Bintang Timur, selain itu pihaknya telah berkoordinasi dengan Sahbandar Weda,” akunya. (Keket)