Selain Pulau Banda, Bang Ozan juga mengusulkan sejumlah pembangunan di wilayah pegunungan Kabupaten Malteng yang selama ini belum tersentuh akses jalan dan listrik. Tercatat 16 desa dan dusun masih terisolasi tanpa jaringan transportasi maupun penerangan.
“Ada warga di daerah pegunungan yang membutuhkan waktu hingga lima hari untuk mencapai jalan nasional. Ini menjadi perhatian kami,” ungkapnya.
Sebagai langkah awal, Pemkab Malteng telah menyerahkan 27 perangkat Starlink untuk mendukung pembelajaran daring bagi anak-anak di wilayah tersebut.
“Ini bentuk kepedulian pemerintah agar anak-anak di daerah terpencil tetap bisa belajar dengan baik,” tambahnya.
Dorong Konektivitas Maritim dan Pemerataan Kesejahteraan
Untuk memperkuat sektor pariwisata dan perdagangan, Bupati juga mengusulkan pembukaan rute kapal baru dari Waai menuju Banda Naira dan Pulau Seram (pulang-pergi). Ia menilai rute ini akan membantu memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan sekaligus memudahkan mobilitas wisatawan.
“Rute laut ini akan memperlancar distribusi hasil bumi dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Malteng,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengusulkan pembukaan rute kapal ferry baru untuk melayani lintasan Seram Utara Barat dan Seram Utara, mengingat jalur darat di wilayah tersebut sering rusak dan rawan longsor.









