Sengketa Antar-Negeri Jadi Perhatian, Latupati Didorong Jadi Ruang Dialog
Dalam sambutannya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menekankan pentingnya tanggung jawab pemimpin adat dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Para latupati diharapkan mampu mendengarkan aspirasi warga, merangkul generasi muda, serta memperkuat kehidupan bersama di tengah keberagaman masyarakat Maluku.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah sengketa batas wilayah dan konflik antarnegeri. Majelis Latupati diharapkan dapat berperan sebagai ruang dialog untuk mempertemukan pihak-pihak yang berselisih dan mencari penyelesaian yang dapat diterima bersama.
Penyelesaian sengketa, terutama yang berkaitan dengan sejarah dan batas wilayah, perlu dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, hukum adat yang relevan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pendekatan tersebut penting agar persoalan yang berakar pada sejarah dan klaim wilayah tidak terus berlarut-larut hingga memengaruhi hubungan persaudaraan masyarakat.
Selain persoalan konflik, para pemimpin adat juga didorong meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.









