DiCaprio, Hutan Indonesia, dan Sunyi Para Pesohor

oleh -11 Dilihat

Perbandingan ini tentu bukan perkara siapa yang lebih terkenal atau siapa yang memiliki pengikut lebih banyak. Setiap orang mempunyai pilihan tentang apa yang ingin disuarakannya. Namun, ketenaran yang telah menjangkau jutaan orang membuat pilihan itu tak sepenuhnya berhenti sebagai urusan pribadi. Ada pengaruh yang bisa digunakan untuk memperluas perhatian, membuka percakapan, dan membuat persoalan yang jauh dari pandangan menjadi lebih dekat dengan kesadaran publik.

Hutan yang terbakar tidak mengenal batas popularitas. Asap tidak memilih paru-paru berdasarkan jumlah pengikut. Di hadapan kerusakan seperti itu, seorang pesohor mungkin tak mampu memadamkan api dengan tangannya sendiri. Tetapi suaranya dapat membantu orang lain melihat apa yang sedang terjadi, dan mengapa hal itu tak boleh dibiarkan berlalu begitu saja.

Baca Juga  Saadiah Uluputty: Hak Masyarakat Adat Lermatang Harus Dilindungi dalam Proyek Blok Masela

Barangkali, pada akhirnya, yang membuat seorang pesohor berarti bukan semata-mata seberapa banyak orang mengenal namanya, melainkan juga apa yang menjadi lebih terlihat berkat suaranya. Sebab, ada kalanya jutaan orang mengikuti seseorang, tetapi belum tentu ada sesuatu yang sungguh-sungguh mereka ajak untuk peduli. (**)

No More Posts Available.

No more pages to load.