Porostimur.com, Teheran – Dua kapal dagang dilaporkan tenggelam di dekat Selat Hormuz setelah terkena proyektil dalam insiden terpisah. Kedua peristiwa tersebut terjadi dalam rentang waktu kurang dari 24 jam dan kembali menyoroti ancaman keamanan terhadap pelayaran komersial di jalur perairan strategis tersebut.
Kapal curah Cape Daw berbendera Antigua dan Barbuda tenggelam setelah upaya penyelamatan gagal. Sementara itu, kapal GFS Pride berbendera Singapura juga dilaporkan mengalami kerusakan, terbakar, lalu tenggelam ketika melintasi Selat Hormuz.
Menurut laporan Reuters pada Rabu, Cape Daw diserang pada 23 September. Informasi mengenai tenggelamnya kapal tersebut disampaikan oleh Vanguard Group, perusahaan manajemen risiko maritim asal Inggris.
Upaya Penyelamatan Cape Daw Gagal
Vanguard Group menyatakan bahwa kapal curah Cape Daw akhirnya tenggelam setelah upaya penyelamatan tidak berhasil dilakukan.
“Kapal curah Cape Daw, yang berbendera Antigua dan Barbuda dan sempat diserang pada 23 September, dilaporkan telah tenggelam menyusul upaya penyelamatan yang gagal,” demikian keterangan perusahaan tersebut.
Informasi dari Organisasi Maritim Internasional (IMO) menyebutkan, tenggelamnya Cape Daw menjadi kasus kedua kapal komersial yang dilaporkan tenggelam di wilayah tersebut dalam kurun waktu 24 jam.









