Konflik Yaman memasuki fase perang besar pada Maret 2015, ketika Arab Saudi bersama koalisinya melancarkan intervensi militer untuk mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional. Operasi tersebut mendapat dukungan Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat dalam berbagai bentuk, termasuk dukungan militer, politik, dan logistik.
Perang berkepanjangan itu telah menewaskan puluhan ribu orang dan memicu krisis kemanusiaan yang parah. Sementara itu, tujuan utama intervensi Saudi untuk memulihkan pemerintahan yang sejalan dengan kepentingannya belum sepenuhnya tercapai.
Pernyataan Hizbullah kembali menempatkan penghentian agresi, pencabutan blokade, dan penghormatan terhadap kedaulatan Yaman sebagai tuntutan utama penyelesaian konflik. Namun, jalan menuju perdamaian masih bergantung pada kesediaan pihak-pihak yang bertikai untuk mengutamakan perundingan di tengah ketegangan yang terus membayangi kawasan.
sumber: sindonews









