Ray Takeyh, seorang peneliti senior di Council on Foreign Relations, mengatakan situasinya masih belum pasti. “Penilaian yang Anda buat hari ini… mungkin tidak selalu benar pada tanggal 5 April, dan tentu saja mungkin tidak benar pada tanggal 10 November,” terangnya.
Dia menambahkan bahwa para analis harus terus-menerus menilai kembali situasi tersebut.
“Saya selalu mengatakan kepada orang-orang selama masa khusus ini, ‘Anda harus menjadi seorang pembuat jam’. Anda harus membongkar diri sendiri dan menyusun kembali diri sendiri setiap hari, karena ini adalah situasi yang dinamis,” kata analis tersebut.
6. Ketidakpastian atas Tujuan Perang Israel
CNN juga menyoroti kemungkinan bahwa tujuan Israel mungkin berbeda dari Washington.
Jika Trump memutuskan untuk mengakhiri konflik karena alasan politik, Israel mungkin lebih memilih untuk melanjutkan operasi militer.
“Dengan asumsi Trump mencapai titik di mana ia ingin mengakhiri perang karena alasan politik, tidak ada kepastian bahwa Israel— yang jauh lebih siap menghadapi kemungkinan perang abadi karena posisi geografisnya—akan setuju,” imbuh analisis CNN.
Laporan tersebut mencatat bahwa kedua negara yang bersekutu tersebut mungkin sudah memiliki prioritas yang berbeda. “Sudah ada tanda-tanda bahwa tujuan strategis AS dan Israel mungkin berbeda, setelah Israel mengebom infrastruktur minyak Iran,” lanjut laporan tersebut.









