Persoalan tersebut semakin rumit karena kelompok Houthi memiliki kemampuan persenjataan yang dinilai mampu menjangkau sejumlah kota di Arab Saudi.
Dengan demikian, tantangan Riyadh bukan sekadar meningkatkan jumlah serangan balasan, melainkan memperkuat pertahanan, memperbaiki koordinasi antarpasukan, serta memastikan mitra lokal memiliki kemampuan mempertahankan wilayah yang dikuasai.
4. Terlalu Bergantung pada Dukungan Donald Trump
Hubungan pertahanan dengan Amerika Serikat selama bertahun-tahun menjadi salah satu pilar keamanan Arab Saudi. Namun, ketidakpastian mengenai respons Washington terhadap ancaman yang dihadapi Riyadh kini menjadi perhatian para pengamat.
CNN melaporkan bahwa Mohammed bin Salman sempat berbicara dengan Presiden Donald Trump dan mendorong Washington mengambil tindakan terhadap Houthi. Namun, menurut sumber-sumber yang dikutip CNN, Trump tidak memenuhi permintaan tersebut dan memilih mempertahankan jalur kesepakatan dengan kelompok Houthi melalui pembicaraan di Oman.
Perkembangan itu dinilai memperlihatkan perbedaan kepentingan antara Arab Saudi dan Amerika Serikat dalam menangani konflik Yaman.
Bagi Riyadh, ancaman Houthi berkaitan langsung dengan keamanan wilayah dan infrastruktur energinya. Sementara itu, Washington juga mempertimbangkan kepentingannya sendiri, termasuk keamanan pelayaran di Laut Merah dan upaya mempertahankan kesepakatan yang telah dicapai.










