Iran Tantang Ancaman Sanksi AS, Menlu Abbas Araqchi: Washington Mulai Putus Asa

oleh -46 Dilihat
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi justru menilai langkah Washington tersebut sebagai tanda keputusasaan setelah tekanan militer dan ekonomi dinilai gagal memaksa Teheran menyerah.

Porostimur.com, Teheran — Iran tidak menunjukkan tanda-tanda mundur di tengah ancaman Amerika Serikat (AS) yang kembali bersiap menjatuhkan sanksi baru. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi justru menilai langkah Washington tersebut sebagai tanda keputusasaan setelah tekanan militer dan ekonomi dinilai gagal memaksa Teheran menyerah.

Pernyataan Araqchi disampaikan menjelang konferensi pers Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengenai Iran pada Senin (24/8/2026). Bessent sebelumnya mengancam akan memberlakukan apa yang disebutnya sebagai “sanksi terberat dalam sejarah” terhadap Iran.

Araqchi menegaskan Iran telah terbiasa menghadapi tekanan ekonomi akibat berbagai sanksi internasional. Bahkan, menurut dia, negara tersebut tetap mempertahankan sikapnya meski infrastruktur Iran berulang kali menjadi sasaran serangan sejak AS dan Israel melancarkan serangan pada 28 Februari 2026.

Baca Juga  Farida Wahid Tiba di Ambon, Jajaran Kanwil Kemenkum Maluku Sambut Pimpinan Baru

Melalui pernyataan di Telegram, Araqchi menilai perubahan pendekatan Washington dari operasi militer menuju ancaman sanksi menunjukkan semakin terbatasnya pilihan AS.

“Fakta bahwa mereka telah beralih dari operasi militer dan kembali mengangkat rencana lama menunjukkan bahwa mereka sedang putus asa,” ujar Araqchi, seperti dilansir Reuters.

No More Posts Available.

No more pages to load.