Namun demikian, ia menegaskan bahwa perkembangan tersebut harus tetap berpijak pada nilai-nilai akhlak, etika, dan moral sebagai fondasi utama pendidikan Islam.
“Pesantren harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman, tetapi tetap menjaga nilai akhlak, etika, dan moral sebagai dasar pendidikan,” katanya.
Perkuat Kerukunan Umat
Dalam kesempatan itu, Yamin juga menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis di tengah masyarakat.
Ia berharap Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pulau Haruku bersama pemerintah kecamatan dapat terus memperkuat kerja sama dalam menjaga kerukunan serta meningkatkan pembinaan keagamaan di wilayah tersebut.
Sementara itu, Ustadz Abdurahman Tuanaya, Lc dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa pesantren merupakan “pagar” bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, pesantren menjadi tempat lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, serta mampu menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
“Pesantren adalah pagar NKRI, tempat lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, serta menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa ibadah harus dijalankan sesuai tuntunan syariat, serta menanamkan nilai kesabaran sebagai amal yang pahalanya tidak terbatas. (Piere Pattipawaey)









