Ia mendorong masyarakat untuk membiasakan diri memasak dan menyajikan makanan sesuai kebutuhan, sehingga tidak berlebihan dan berakhir sebagai sampah. Apabila terdapat makanan berlebih yang masih layak dikonsumsi, masyarakat juga dianjurkan menyimpannya dengan baik atau membagikannya kepada orang yang membutuhkan.
“Pangan harus diselamatkan, dimulai dari diri kita sendiri dengan stop boros pangan, makan sesuai kebutuhan, habiskan, jika ada sisa bawa pulang atau simpan dengan baik untuk konsumsi berikut,” pintanya.
Bagi Renuat, gerakan menyelamatkan pangan tidak harus dimulai melalui langkah besar. Perubahan sederhana, seperti mengambil makanan secukupnya, menghabiskan makanan yang telah disajikan, serta mengelola sisa makanan secara tepat, dapat menjadi kebiasaan positif yang berdampak luas apabila dilakukan secara konsisten.
Kesadaran tersebut juga penting untuk mengurangi pemborosan sumber daya yang telah digunakan dalam proses produksi dan penyediaan pangan, mulai dari hasil laut hingga makanan yang dikonsumsi keluarga.
Perkuat Ketahanan Pangan melalui Konsumsi Beragam dan Bergizi
Renuat menilai, perubahan pola konsumsi masyarakat merupakan bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan pangan di Kota Tual. Pemerintah daerah tidak hanya berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga mendorong masyarakat menerapkan pola konsumsi yang sehat, berkualitas, dan bertanggung jawab.









