Kunjungi Harita Nickel, ini Pesan Pangdam XVI/ Pattimura Mayjen Ruruh A. Setyawibawa

oleh -67 views
Link Banner

Porostimur.com, Labuha – Area operasional Harita Nickel di Desa Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara mendapat kunjungan dari Panglima Kodam (Pangdam) XVI / Pattimura, Mayor Jenderal TNI Ruruh A. Setyawibawa, Rabu-Kamis (19-20/10).

Selain melakukan kunjungan kerja ke kawasan Objek Vital Nasional (Obvitnas) tersebut, Pangdam juga berkesempatan melakukan penanaman pohon di sekitar Living Quarter (LQ) lingkungan mess karyawan Harita Nickel.

Di sela-sela kunjungannya Pangdam menyatakan terima kasih kepada manajemen Harita Nickel yang telah memberikan kesempatan jajarannya untuk bisa bersilaturahmi.

Pangdam menyatakan area operasional Harita Nickel di Pulau Obi tersebut merupakan kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) sehingga tidak ada tawaran lain bahwa jajarannya harus siap membantu dan menjaga demi kelancaran operasionalnya. “Ini harus kita sukseskan karena ini adalah bagian yang menopang sumber APBN kita,” kata Pangdam.

Sebelum melakukan ramah-tamah dengan jajaran manajemen Harita Nickel, Pangdam XVI / Pattimura sempat memberikan arahan kepada ratusan prajurit TNI AD yang menyambutnya saat kedatangan Pangdam di Site Obi. Mereka merupakan prajurit TNI AD yang bertugas di area operasional Harita Nickel.

“Tadi saya jelaskan bahwa produk dari Harita Nickel ini tentunya akan menghasilkan devisa negara, dan devisa negara itu juga nantinya akan digunakan untuk mendukung pembangunan termasuk untuk kita semua,” lanjut Pangdam.

Pangdam menegaskan bahwa tentara dan karyawan Harita Nickel memiliki tujuan yang sama dalam mengabdi kepada negara. “Harita mengabdi di bidang ekonomi. Jalurnya jalur ekonomi menghasilkan bidang ekonomi, tapi tujuannya sama hanya caranya berbeda,” kata Pangdam.

Seperti diketahui, pengamanan internal yang dilakukan Harita Nickel mengacu kepada sistem manajemen pengamanan berdasarkan peraturan yang berlaku untuk Obvitnas.

‘‘TNI AD membantu dengan menempatkan sejumlah personil. Tentunya kami berharap mudah-mudahan kita bisa berjalan seiringan satu tujuan yang sama untuk meningkatkan ekonomi kesejahteraan masyarakat,” kata Pangdam.

“Intinya kami siap membantu mendukung kelancaran, proses operasional Harita Nickel,” tandas Pangdam.

Sementara itu Primus Priyanto, Wakil Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Trimegah Bangun Persada (PT TBP) mewakili Manajemen Harita Nickel menyatakan kebanggaannya area operasional Harita Nickel dikunjungi Pangdam XVI/ Pattimura.

“Visi misi kami sejalan dengan apa yang disampaikan Pangdam, yakni kami berupaya mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki untuk memberikan kontribusi terbaik bagi negara, pemegang saham dan para pemangku kepentingan,“ kata Primus.

Primus menambahkan, sebagai perusahaan tambang dan pengolahan nikel, salah satu upaya untuk mewujudkan visi misi tersebut adalah dengan adanya ekspansi bisnis Harita Nickel melalui proyek-proyek strategis tadi.

“Dimulai dari kegiatan penambangan oleh PT TBP dan PT GPS, lalu memulai hilirisasi atau pengolahan nikel dari PT MSP, pabrik pertama, lalu selanjutnya PT HPL pabrik kedua kami dan PT HJF pabrik ketiga dan tentu saja masih ada proyek-proyek lainnya yang merupakan bagian dari upaya kami untuk mewujudkan visi tadi dan juga membantu pemerintah dalam mempercepat program kendaraan listrik,“ terang Primus.

Menurut Primus, kunjungan Pangdam ini merupakan momen langka dan ini merupakan wujud dari dukungan kepada Harita Nickel untuk mewujudkan visi misi perusahaan.

“Harapannya ke depan kami tetap mendapat dukungan seperti ini agar proyek-proyek strategis tadi tetap berjalan lancar dan bisa sesuai dengan rencana pemerintah dan juga dari manajemen,“ kata Primus.

Tentang Harita Nickel

Harita Nickel merupakan bagian dari Harita Group yang beroperasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Selain memiliki IUP Pertambangan, perusahaan sejak 2016 telah memiliki pabrik peleburan (smelter) nikel saprolit dan sejak 2021 juga memiliki fasilitas pengolahan dan pemurnian (refinery) nikel limonit di wilayah operasional yang sama. Kedua fasilitas tersebut hadir untuk mendukung amanat hilirisasi dari pemerintah Indonesia dengan memanfaatkan hasil tambang nikel dari Trimegah Bangun Persada (TBP) dan Gane Permai Sentosa (GPS).

Melalui Halmahera Persada Lygend (HPAL), Harita Nickel menjadi pionir di Indonesia dalam pengolahan dan pemurnian nikel limonit (kadar rendah) dengan teknologi High Pressure Acid Leach. Teknologi ini mampu mengolah nikel limonit yang selama ini tidak dimanfaatkan menjadi produk bernilai strategis, yaitu Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Dengan tahap proses berikutnya yang juga sedang dikembangkan oleh Harita Nickel, MHP akan diolah lebih lanjut menjadi Nikel Sulfat (NiSO4) dan Kobalt Sulfat (CoSO4) yang merupakan bahan baku baterai kendaraan listrik. (Adhy)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.