Menurut Kapolres, konsumsi miras dapat memengaruhi kesadaran dan kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri. Kondisi tersebut berpotensi memicu tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain, termasuk perkelahian dan tawuran antarpelajar.
Karena itu, para siswa diminta lebih selektif dalam memilih lingkungan pergaulan dan berani menolak ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba maupun miras.
Kapolres juga mendorong para pelajar mengisi masa muda dengan kegiatan positif, mengembangkan kemampuan diri, serta menjaga hubungan baik dengan teman, guru, dan keluarga.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menghormati guru dan orang tua serta menjaga adab dalam kehidupan sehari-hari. Guru, katanya, tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga memiliki peran penting dalam membimbing siswa membangun moral, sikap, dan kepribadian yang baik.
Para siswa diharapkan menghargai nasihat guru, menjaga nama baik sekolah, serta ikut menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.
Bijak Bermedia Sosial dan Jaga Nama Baik Sekolah
Di tengah perkembangan teknologi digital, Kapolres turut mengajak para pelajar agar bijak menggunakan telepon genggam dan media sosial.
Ia mengingatkan siswa untuk tidak terlibat dalam penyebaran berita bohong atau hoaks maupun perilaku perundungan. Penggunaan teknologi, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, perlu diarahkan untuk mendukung pembelajaran, memperluas wawasan, dan mengembangkan kreativitas.









