Porostimur.com, Liverpool – The Reds pulang dari Etihad Stadium dengan tangan hampa. The Reds dipaksa tunduk 0–3 dari Manchester City dalam lanjutan Liga Inggris, Minggu malam (9/11/2025) waktu Indonesia Barat. Kekalahan ini menambah daftar buruk performa Liverpool musim ini sekaligus memicu kritik keras dari pundit Inggris.
Dominasi Bola Tak Berarti Gol
Meski memegang penguasaan bola lebih besar, Liverpool justru tampil kurang efektif. Data resmi Liga Inggris mencatat penguasaan bola 51,5 persen dikuasai pasukan Arne Slot. Namun efektivitas mereka jauh dari memuaskan: hanya tujuh tembakan dilepaskan dan cuma satu yang tepat sasaran.
Sebaliknya, Manchester City tampil jauh lebih tajam dan klinis. Dengan 14 tembakan dan enam mengarah ke gawang, The Citizens membuktikan efektivitas permainan. Erling Haaland membuka pesta gol, disusul Nico Gonzalez dan Jeremy Doku yang memastikan dominasi penuh tuan rumah.
Tak Ada Alasan untuk Liverpool
Kritik pedas datang dari eks pemain Manchester United, Dion Dublin. Ia menilai Liverpool tidak boleh mencari pembenaran apa pun setelah kekalahan telak tersebut.
“Tidak boleh lelah pikiran. Tak boleh ada alasan sama sekali untuk Liverpool,” kata Dublin di BBC.
Ia menegaskan bahwa motivasi terbesar Liverpool seharusnya justru muncul karena mereka berhadapan dengan Manchester City. “Motivasi anda seharusnya karena anda sedang melawan Manchester City,” ujarnya.









