Pejabat Komunikasi Israel Akui produksi Berita Hoaks untuk Propaganda Perang

oleh -31 Dilihat
Pengakuan mengejutkan datang dari pejabat komunikasi Israel, Eli Hazan. Dalam sebuah video yang viral di media sosial, Hazan secara terbuka mengaku membuat berita palsu sebagai bagian dari strategi komunikasi untuk menghadapi lawan Israel dalam perang informasi.

Dalam kerangka tersebut, akurasi faktual disebut bukan lagi prioritas utama.

Hazan juga merujuk pada pendekatan komunikasi Donald Trump yang selama bertahun-tahun dikenal kerap menggunakan istilah “fake news” untuk menyerang pemberitaan media yang tidak menguntungkannya.

Catatan mengenai klaim Trump sendiri telah menjadi objek pemeriksaan berbagai organisasi pemeriksa fakta. The Washington Post, misalnya, sebelumnya menghitung puluhan ribu pernyataan yang dikategorikan palsu atau menyesatkan selama periode pertama Trump sebagai presiden.

Hazan sendiri bukan sosok baru dalam politik dan komunikasi Israel. Ia merupakan tokoh komunikasi Partai Likud yang pernah menjabat sebagai direktur urusan luar negeri partai tersebut dan menjadi juru bicara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Ia juga pernah bertugas sebagai duta besar Israel untuk Singapura.

Baca Juga  Pomdam Pattimura Limpahkan Berkas Disersi Serma Suwarno Uweng ke Otmil

Media Israel pada 2026 melaporkan adanya upaya Netanyahu untuk menunjuk Hazan sebagai direktur Government Press Office (GPO), lembaga yang menangani hubungan pemerintah dengan wartawan domestik dan asing. GPO juga memiliki fungsi diplomasi publik untuk meningkatkan citra Israel di media internasional.

Pengakuan Muncul di Tengah Besarnya Anggaran Hasbara

Pernyataan Hazan menjadi perhatian lebih luas karena muncul ketika operasi hasbara, istilah yang digunakan untuk diplomasi publik dan upaya pembentukan citra Israel di luar negeri, mendapat sorotan.

No More Posts Available.

No more pages to load.