Porostimur.com, Obi – Di tengah derasnya arus investasi asing di industri nikel Indonesia, Harita Nickel mengambil langkah strategis memperkuat peran pemuda lokal dalam ekosistem kerja global. Melalui program Peningkatan Keahlian dan Keterampilan Pemuda (PELITA) yang kini memasuki batch ketiga, perusahaan ini menyasar pelatihan bahasa Mandarin sebagai bekal utama bagi generasi muda di desa Soligi dan Kawasi, Pulau Obi.
Jawab Tantangan Komunikasi Lintas Budaya
Program ini dirancang sebagai respon atas meningkatnya interaksi kerja dengan mitra industri asal Tiongkok. Tak sedikit tantangan komunikasi yang muncul di lapangan akibat keterbatasan bahasa. Harita Nickel, melalui PELITA, memutuskan untuk membekali pemuda lokal agar mampu menjembatani kesenjangan tersebut.
“PELITA bukan sekadar pelatihan keterampilan, tapi bagian dari strategi besar kami dalam membekali pemuda lokal dengan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” ungkap Ifan Farianda, Community Development Manager Harita Nickel, saat ditemui di sela-sela peluncuran pelatihan batch ketiga.
Menurut Ifan, pemilihan bahasa Mandarin sebagai fokus pelatihan adalah langkah logis dalam menjawab tuntutan globalisasi industri. “Bahasa Mandarin kini menjadi salah satu bahasa internasional paling strategis. Tenaga kerja lokal yang bisa menjembatani komunikasi tentu sangat dibutuhkan.”









