Porostimur.com, Ambon — Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Ambon menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diinstruksikan langsung oleh Kementerian Pendidikan. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP Negeri 6 Ambon, Emelia M. Tuhumury, S.Pd, saat ditemui jurnalis Porostimur.com di ruang kerjanya, Senin (19/1/2026).
Emelia mengatakan, pihak sekolah telah menerima jadwal resmi pelaksanaan TKA dan langsung melakukan sosialisasi kepada siswa serta orang tua. Sosialisasi ini bertujuan agar seluruh pihak memahami mekanisme, mata pelajaran yang diujikan, serta pola penilaian yang diterapkan dalam TKA.
“Kami sudah menerima jadwal TKA dan langsung menyampaikannya kepada siswa serta orang tua. Jadi mereka sudah tahu apa yang harus dipersiapkan,” ujarnya.
Satu Siswa Satu Buku
Sebagai langkah konkret, SMP Negeri 6 Ambon juga telah menyediakan buku pegangan belajar khusus bagi seluruh siswa kelas IX. Buku tersebut digandakan dan dibeli secara kolektif oleh pihak sekolah.
“Sekolah sudah menggandakan dan membeli buku untuk siswa. Jadi satu siswa satu buku, supaya mereka bisa belajar mandiri di rumah,” jelas Emelia.
Buku tersebut berisi kumpulan latihan soal dari tiga mata pelajaran, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Namun, dalam pelaksanaan TKA nanti, hanya dua mata pelajaran yang akan diujikan, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia.
“Semua siswa sudah mendapatkan bukunya. Sekarang tinggal pembinaan lanjutan, baik belajar mandiri di rumah maupun penguatan materi di sekolah,” katanya.
Penguatan Materi Tanpa Tambah Jam
Emelia menjelaskan, pihak sekolah tidak menambah jam belajar khusus, namun memaksimalkan proses pembelajaran yang sudah berjalan. Guru-guru mata pelajaran kelas IX diminta untuk fokus pada kisi-kisi yang telah ditetapkan serta memberikan penguatan melalui latihan soal.
“Guru mata pelajaran tetap kami dorong untuk memperhatikan kisi-kisi yang ada dan mengulang materi melalui latihan soal. Jadi bukan menambah jam belajar, tapi memaksimalkan proses pembelajaran yang sudah berjalan,” terangnya.
Dengan pola ini, siswa tetap mendapatkan penguatan materi tanpa merasa terbebani dengan jadwal tambahan yang berlebihan.
Berbeda dari Ujian Sebelumnya
Emelia juga menjelaskan bahwa TKA memiliki perbedaan mendasar dibandingkan ujian sebelumnya. Jika pada Ujian Satuan Pendidikan, penilaian melibatkan beberapa mata pelajaran dan terkadang digabung dengan nilai laporan pendidikan, maka TKA lebih fokus dan objektif.
“TKA ini lebih spesifik, hanya Matematika dan Bahasa Indonesia. Nilainya juga murni dari hasil belajar siswa, bukan gabungan dari laporan pendidikan seperti sebelumnya,” ungkapnya.
Menurutnya, sistem ini diharapkan mampu mencerminkan kemampuan akademik siswa secara lebih jujur dan terukur.
Persiapan Ujian Praktik Menyusul
Selain TKA, SMP Negeri 6 Ambon juga tengah bersiap menghadapi kemungkinan pelaksanaan ujian praktik yang direncanakan berlangsung pada April mendatang. Ujian praktik tersebut meliputi mata pelajaran PJOK, Prakarya, TIK, dan SBK.
“Saat ini TKA memang menjadi fokus utama. Untuk ujian lain, termasuk ujian praktik, kami masih menunggu jadwal resmi,” tambahnya.
Diketahui, SMP Negeri 6 Ambon memiliki 16 rombongan belajar untuk tingkat kelas IX. Pihak sekolah berharap seluruh siswa dapat mengikuti TKA dengan baik dan memperoleh hasil yang mencerminkan kemampuan akademik mereka secara murni. (Leonard Manuputty)
Simak berita dan artikel terbaru di: WhatsApp Channel porostimur.com



