Soal Brimob Ngamuk di Tamilouw: Polda Maluku Bilang Begini, Warga Lapor Ke Kapolri

oleh -1.758 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Puluhan personil Brimob dilaporkan mengamuk dan menembaki warga Negeri Tamilouw, Kecamatan Amahai, Kabupaten Malteng secara membabi buta, Selasa (7/12/2021).

Akibat aksi brutal itu, sedikitnya 18 orang warga setempat mengalami luka tembak, dan harus dirawat di Puskesmas di negeri itu, dan empat lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masohi.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Roem Ohoirat dalam keterangan persnya di Mapolda Maluku, Selasa (7/12/2021) siang, mengatakan peristiwa tersebut merupakan buntut dari penangkapan terhadap pelaku pembakaran Kantor Desa Tamilouw dan pengrusakan tanaman warga di Dusun Pohon Nusa yang dilakukan personil Porles Maluku Tengah, pagi tadi.

Ohoirat bilang, akibat dari bentrokan tersebut 6 warga dan 7 anggota polisi mengalami luka-luka dan dirawat intensif di pusat kesehatan setempat. Keterangan ini berbeda dengan laporan versi warga Tamilouw yang menyebut ada 18 warga yang terluka.

Kabid Humas menjelaskan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIT tadi pagi, saat personel Porles Malteng yang dipimpin Kaporles AKBP Rosita Umasugi hendak melakukan penangkapan terhadap warga yang diduga sebagai pelaku pembakaran Kantor Desa Tamilouw dan pengrusakan tanaman warga di Dusun Pohon Nusa, namun saat sampai di TKP upaya penangkapan mendapat perlawanan dari warga setempat

Baca Juga  Kembali Viral, Foto-foto Prajurit TNI 'Kawal' Pasangan Artis Sinetron Elina dan Pengusaha Gusti Ega

“Porles Malteng sudah lakukan upaya persuasif dan dipanggil terduga pelaku beberapa kali, termasuk meminta warga maupun para tokoh untuk menyerahkan para pelaku namun karena tidak diindahkan, maka tindakan penangkapan dilakukan. Namun setelah tim masuk, terjadi penghadangan oleh warga,” bebernya.

Ohoirat menjelaskan, tak hanya melakukan penghadangan, warga yang protes juga melakukan pengrusakan terhadap kendaraan polisi serta melakukan tindakan penganiayaan terhadap sejumlah anggota polisi yang mengakibatkan polisi mengambil langkah dengan penembakan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan massa.

“Ada tindakan pengrusakan kendaraan dan pemukulan anggota serta warga juga berusaha merebut senjata anggota sehingga dilakukan tindakan pembubaran yang mengakibatkan jatuhnya korban luka, baik dari warga maupun anggota polisi,” tukasnya.

Ohoirat menyebut, ada 7 anggota polisi yang mengalami luka dan dirawat di Poliklinik Polres Malteng. Sementara korban dari pihak warga terdapat 6 warga yang harus dirawat di puskesmas setempat.

Baca Juga  Setelah Dapat `Bagian`, Mahfud MD Tidak Lagi Bela Rakyat

Sementara itu berdasarkan laporan masyarakat, terdapat 18 orang warga yang mengalami luka-luka, di antaranya luka tembak dan harus dirawat di Puskesmas di negeri itu, dan empat lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masohi.

Atas peristiwa tersebut, warga lantas membuat laporan kepada Kapolri.

Berikut surat aduan warga yang sengaja kami kutip:

Yth, Pak Kapolri

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabaraqatuh

Mhn izin Kami atas nama masyarakat adat negeri Tamilouw kecamata Amahai Kabupaten Maluku tengah Provinsi Maluku

Dengan Ini Melaporkan, Bahwa Telah Terjadi Penembakan Oleh Anggota Brimob Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah terhadap masyarakat Sipil

Berikut Kronologis Kejadian Subuh Tadi

Kronologis.
Pada hari selasa tagal 7 desember, pukul 05.20 WIT pagi, pihak kepolisian masuk ke Negeri Tamilouw dengan menggunakan Mobil Barakuda 2 yunit, waterkanen 1 dan mobil truk perintis 6 dan jumlah kurang lebih 24 buah. beserta senjata lengkap untuk melakukan penangkapan kepada para pihak yang mana pernah di mintai keterangan, dan para pihak kepolisian sendiri melakukan penembakan serta penggerebekan di setiap rmh yng di maksud , pada saat itu pun, warga kaget dan ketakutan, anak² menangis dan tidak tau arah karena kaget, masyarakat /Pemuda pun mulai bersambung keluar, di situpun terjadi argument dan pihak kepolisian sendiri pun mengambil sikap dengan kebutuhan serentak.

Dari Dusun ampera terjadi kerusakan oleh pihak kepolisian, begitu juga di negeri induk, serentak di lakukan bersama² sehingga masyarakat khususnya ibu² panik dan ketakutan,

Hari ini siswa siswi sedang melakukan ulangan semester. sesampainya di seputar tempat pendidikan di daerah dusun sihulo, pihak kepolisian dengan persenjataan lengkap, melarang mereka dan pulangkan mereka tanpa kompromi, seakan-akan keadaan sedang genting karena ada perang

Demikian Kronologis
Ijin kan kami melampirkan foto-foto tersebut

(tim)

Baca Juga  Kapal Penangkap Ikan Dibiarkan Tenggelam Di PPI Wainin, Diduga Milik DKP Kepulauan Sula