Porostimur.com, Teheran – Analis kebijakan keamanan, Wolfgang Pusztai, menilai insiden jatuhnya helikopter Apache milik Amerika Serikat menjadi sinyal tegas dari Iran terkait eskalasi di kawasan Selat Hormuz.
Menurut Pusztai, helikopter jenis Apache tersebut diduga tengah menjalankan misi pengamanan terhadap kapal tanker yang mencoba menembus blokade laut pada malam hari.
“Helikopter Apache dikerahkan untuk berjaga-jaga jika terjadi serangan. Dengan menembak jatuh Apache, Iran memberi sinyal bahwa mereka tidak akan membiarkan situasi ini berlanjut,” ujarnya seperti dilansir Al Jazeera.
AS Dinilai Sulit Kendalikan Selat Hormuz
Pusztai menegaskan, upaya Amerika Serikat untuk mengendalikan kawasan Selat Hormuz tidak akan mudah, bahkan mustahil jika hanya mengandalkan serangan terbatas terhadap sistem pertahanan Iran.
“Mustahil mengendalikan Selat Hormuz hanya dengan menghilangkan baterai rudal dan lokasi peluncuran drone,” katanya.
Ia menyebut, strategi Washington saat ini lebih diarahkan untuk mengurangi ancaman terhadap kapal-kapal yang melintas di jalur vital tersebut.
Ancaman Drone Jadi Perhatian Utama
Lebih lanjut, Pusztai menyoroti ancaman drone yang dinilai semakin kompleks. Menurutnya, drone yang diluncurkan dari garis pantai Selat Hormuz menjadi yang paling berbahaya karena sulit dideteksi dan dicegat.









