Porostimur.com, Washington — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meluapkan kemarahan atas kebocoran informasi operasi militer rahasia terkait jatuhnya jet tempur F-15E Strike Eagle di wilayah Iran. Kebocoran itu disebut telah memperumit upaya penyelamatan satu awak yang hingga kini masih hilang.
Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Senin, Trump mengungkapkan bahwa laporan media yang menyebut satu awak telah diselamatkan sementara satu lainnya masih hilang, justru memberi keuntungan bagi pihak Iran.
Kebocoran Dinilai Ganggu Operasi Rahasia
Trump menegaskan, sebelum informasi itu dipublikasikan, pihak Iran tidak mengetahui bahwa masih ada satu awak yang belum ditemukan.
“Kami sedang berusaha keras untuk menemukan pembocor itu. Mereka pada dasarnya mengatakan bahwa kami telah menyelamatkan satu orang, dan ada seseorang yang hilang,” kata Trump.
Ia menambahkan, kebocoran tersebut membuat operasi militer menjadi jauh lebih sulit karena membuka informasi sensitif kepada pihak lawan.
“Operasi ini menjadi jauh lebih sulit karena seseorang membocorkan bahwa kita telah menyelamatkan satu, tetapi ada satu lagi di luar sana yang sedang kita coba dapatkan,” ujarnya.
Ancaman untuk Media dan Pembocor
Trump bahkan mengancam akan menindak tegas pihak media yang mempublikasikan laporan tersebut. Pemerintah AS, kata dia, akan meminta identitas sumber informasi demi alasan keamanan nasional.









