Wali Kota Ambon Dorong Kurikulum Musik Kembali ke Sekolah

oleh -41 Dilihat
Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena, mendorong agar kurikulum musik kembali diterapkan di sekolah sebagai bagian dari upaya mengembangkan bakat, membentuk karakter generasi muda sekaligus menjaga keberlanjutan budaya musik di Kota Ambon.

Karena itu, sekolah dinilai menjadi ruang strategis untuk memastikan potensi tersebut ditemukan dan dikembangkan sejak usia dini.

Musik Jangan Berhenti di Festival dan Perlombaan

Perkembangan musik di Ambon selama ini telah melahirkan banyak ruang kreativitas bagi generasi muda.

Lomba Jukulele menjadi salah satunya.

Akan tetapi, menurut Bodewin, berbagai kegiatan musik tersebut harus diikuti pembinaan yang berkelanjutan. Jangan sampai anak-anak hanya memperoleh kesempatan tampil ketika ada festival atau perlombaan.

Sekolah dapat menjadi titik awal pembinaan tersebut.

Melalui pendidikan musik, siswa bukan hanya diajarkan memainkan alat musik. Mereka juga dapat mengenal kekayaan budaya daerah, belajar disiplin, membangun keberanian tampil, memahami kerja sama dalam kelompok dan mengembangkan kreativitas.

Baca Juga  ESDM, PLN dan Pemda Perkuat Sinergi Percepat Listrik Desa di Maluku Utara

Bagi Kota Ambon, proses tersebut juga penting untuk menjamin keberlanjutan ekosistem musik.

Sebab, status sebagai Kota Musik Dunia membutuhkan lebih dari sekadar banyaknya pertunjukan musik. Dibutuhkan generasi baru yang mampu menjadi pemain, pencipta lagu, pengajar, pengelola kegiatan, hingga pelaku industri musik.

Dalam konteks itulah keberadaan Jukulele memiliki posisi penting.

Alat musik tersebut telah menjadi bagian dari aktivitas seni masyarakat Ambon dan dekat dengan kehidupan generasi muda. Karena itu, pengembangannya membutuhkan proses regenerasi yang terarah.

No More Posts Available.

No more pages to load.