Porostimur.com, Labuha – Setelah menampilkan komoditas unggulan sektor pertanian di beberapa ajang expo tinggkat nasional, Dinas Pertanian Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kembali menampilkan komiditas unggulan sektor pertanian, di Marabose Festival tahun 2023.
Kali ini DP2KP Halsel kembali menampilkan komoditas unggulan khas Bacan, Halmahera Selatan serta kuliner UMKM binaan Dinas Pertanian Perkebunan dan Ketahanan Pangan Halmahera Selatan
Kepala Dinas DP2KP Halsel Agus Heriawan, mengatakan, dalam rangka mendukung Festival Marabose 2023, Dinas Pertanian Halsel menampilkan UMKM binaan dan sejumlah komiditas unggulan Halmahera Selatan, khas Bacan.
“Untuk produk atau kuliner UMKM binaan Dinas Pertanian dia telah memproduksi ada tujuh atau delapan produk. Ada pisang kulit, tepung kasapa, kacang kedelai, dan keripik kasbi,” ujar Agus.
“Produk lokal yang dihasilkan ini menjadikan binaan kita dan dalam expo ini diikutsertakan dalam menampilkan produknya. Karena tahun kemarin yang kita bina Ibu Anisa ini dan kita usulkan Alhamdulillah dia mendapat penghargaan di pusat dan penghargaan dari Gubernur Maluku Utara pada hari Kartini di bidang pertanian,” sambungnya

Menurutnya, UMKM binaan DP2KP Halsel ini juga beberapa waktu lalu diikutsertakan pada kegiatan Tonas di Sumatera Barat. Pada kesempatan itu Anisa berhasil meraih penghargaan.
Agus juga menjelaskan, melalui Marabose Festival 2023 Dinas Pertanian Perkebunan dan Ketahanan Pangan menampilkan dua keunggulan, selain produk lokal milik UMKM Anisa binaan DP2KP Halsel, DP2KP juga mengekspor komiditas unggulan Halmahera Selatan, khas Bacan.
“Yang kita tampilkan di sini ada dua selain produk lokal UMKM Ibu Anisa, ada pilihan lain juga, yaitu ketahanan pangan. Jadi sebelah kanan produk lokal UMKM, sebelah kiri komoiditas pertanian seperti bibit cabe, buah kelapa sawit dan buah pala khas Bacan. Jadi budidayanya sampai pada produksi yang kita tampilkan di sini,” jelasnya.
Agus menuturkan, secara umum banyak masyakarat Halmahera Selatan belum mengetahui adanya kelapa sawit di Halsel sehingga dinas DP2KP Halsel menampilkan dari bibit kepala sawit hingga buah segarnya dan SPO hasil olahan kelapa sawit.
“SPO ini adalah hasil dari sabuk kelapa sawit ini di dalamnya itu ada batok tempurung sama dengan buah kelapa di dalam ada batoknya. Saya juga tampilkan buah pala yang disebut Komiditas unggulan Halmahera Selatan Khas Bacan karena buahnya besar dari buah pala lainya. Dan saya kira masyarakat sudah mengetahui buah pala maupun kenari, tetapi yang saya tampilkan ini buah yang mungkin ini ciri khas dari pulau bacan yang ada di gunung sibela,” bebernya.
Agus bilang buah pala khas Bacan ini sementara di teliti oleh Unkhair Ternate sebagai genetik endemik Gunung Sibela. Adapun hasil pertanian yang baru berkat kerjasama Pemda dan Kodim 1509/Labuha dan juga Harita Nickel.
“Kemarin kita juga ada panen kedelai. Menurut BPS, di Halmahera Selatan tanam kedelai satu hektar menghasilkan 2,9 ton dan itu melampaui capaian nasional yang hanya 1,9 ton per hektarnya. Artinya di Halmahera Selatan ini cocok untuk dikembangkan tanaman kedelai,” pungkasnya. (Fadli Naser)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News



