Dugaan Intimidasi dan Senjata Api Perlu Diklarifikasi
Selain dugaan pengambilan bahan kimia, sumber juga menyampaikan adanya dugaan intimidasi terhadap warga saat peristiwa berlangsung. Muncul pula keterangan mengenai dugaan penggunaan senjata api dalam kejadian tersebut.
Namun, kedua dugaan itu belum terkonfirmasi secara independen. Karena itu, pemeriksaan terhadap pelapor, saksi-saksi, serta bukti pendukung diperlukan untuk memastikan kronologi dan menentukan apakah terdapat pelanggaran hukum atau disiplin militer.
Menurut sumber yang berbicara kepada Porostimur.com, warga yang mengaku sebagai pemilik bahan kimia telah menjalani pemeriksaan di Pomdam XV/Pattimura setelah laporan disampaikan.
“Sudah dilaporkan kemarin, dan korban sudah diperiksa hingga malam. Tadi pagi sudah balik karena dapat informasi anaknya kecelakaan di Masohi,” ujar sumber kepada media ini, Jumat (16/10/2026).
Keterangan tersebut merupakan informasi awal yang masih memerlukan konfirmasi resmi dari Pomdam XV/Pattimura.
Penanganan perkara ini diharapkan tidak hanya berfokus pada dugaan keterlibatan dua anggota yang dilaporkan, tetapi juga memastikan nasib 232 kilogram bahan kimia yang dipersoalkan.
Penyidik perlu memastikan jenis dan jumlah barang melalui dokumen atau pemeriksaan yang relevan, menelusuri proses pengambilan dan penyimpanannya, serta memeriksa kemungkinan adanya dokumen serah terima maupun pencatatan barang.









