Dalam kitab Tuhfatul Habib ala Khatib diceritakan kisah seorang anak yang merasa menyesal setelah kedua orang tuanya meninggal dunia karena semasa hidup belum sepenuhnya berbakti. Anak tersebut kemudian bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai hal yang dapat ia lakukan. Rasulullah SAW menyarankan agar ia senantiasa mendoakan kedua orang tuanya.
Sebagai balasan atas ketulusannya, Allah SWT mencatatnya sebagai anak yang berbakti.
وَرُوِيَ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَمُوتُ وَالِدَاهُ وَهُوَ عَاقٌ لَهُمَا فَيَدْعُو اللَّهَ لَهُمَا مِنْ بَعْدِهِمَا فَيَكْتُبُهُ اللَّهُ مِنَ الْبَارِّينَ
Artinya: “Diceritakan bahwa ada seorang anak yang kehilangan kedua orang tuanya, padahal sebelumnya ia pernah berbuat durhaka terhadap keduanya. Setelah kehilangan mereka, ia berdoa kepada Allah, dan dengan itu, Allah menuliskannya sebagai anak yang berbakti.”
2. Berusaha Menjadi Anak Saleh
Menjadi anak yang saleh juga termasuk salah satu cara untuk memohon maaf kepada orang tua yang telah wafat.
Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW
“Apabila anak Adam (manusia) telah wafat, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR Muslim)
Anak yang saleh adalah mereka yang berupaya menjalankan ajaran agama dengan baik, menaati nasihat orang tua, serta menjalani kehidupan sesuai dengan jalan yang diridhai Allah SWT.









