Kawasan IWIP yang mulai dikembangkan sejak 2018 disebut telah menyerap investasi sebesar US$20 miliar. Dengan tambahan proyek baru senilai US$7 miliar, total investasi di kawasan tersebut diproyeksikan mencapai US$27 miliar.
“Dan kawasan industri ini sejak 2018 telah menyerap investasi US$20 miliar, dengan US$7 miliar yang baru akan menjadi US$27 miliar total dengan penyerapan tenaga kerja total 117 ribu tenaga kerja di kawasan ini,” kata Rosan.
Sepuluh Proyek Strategis, Empat Siap Masuk Tahap Komersialisasi
Pengembangan IWIP kini tidak hanya berfokus pada pengolahan nikel, tetapi juga mencakup berbagai industri pendukung rantai pasok kendaraan listrik.
Rosan menjelaskan, proyek-proyek yang dikembangkan meliputi produksi material baterai berbasis nikel, baterai kendaraan listrik, separator baterai, elektrolit baterai, aluminium elektrolitik, hingga alat berat berbasis listrik.
Pengembangan berbagai sektor tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem industri yang terintegrasi di dalam kawasan. Dengan demikian, pengolahan sumber daya mineral tidak berhenti pada produksi bahan mentah atau bahan setengah jadi, tetapi berlanjut ke industri manufaktur dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Dari total 10 proyek strategis di kawasan IWIP, empat proyek telah selesai dan akan memasuki tahap komersialisasi serta ekspor, dengan nilai investasi sekitar US$3,4 miliar.









