Aliansi Pemuda Anti Korupsi Desak Polda Selesaikan Kasus Korupsi di Malut

oleh -319 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Aliansi Pemuda Anti Korupsi (APAK), menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor krimsus Polda Maluku Utara guna mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus korupsi di Maluku Utara, Kamis (8/4/2021).

Aksi unjuk rasa yang diikuti oleh sejumlah masa aksi dan berlangsung damai.

Massa aksi saar berada di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara, mendesak kepada Krimsus Polda Malut agar menangani proses penanganan kasus dugaan korupsi anggaran pencairan APBD-P Kota Tidore Kepulauan Tahun 2020.

“Kami mendesak kepada Krimsus Polda Malut agar serius menangani kasus dugaan pencairan APBD-P Kota Tidore Kepulauan Tahun 2020 senilai Rp. 45.3 miliar lebih,” teriak salah satu orator.

Link Banner

Selain itu, Korlap Azis Abubakar, dalam orasinya mengatakan bahwa, APBD-P Tikep tahun 2020 dicairkan tanpa melalui persetujuan empat frakai DPRD. Ini artinya, kepala BPKAD telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Baca Juga  Polres Tual Giat Gabungan Operasi Yustisi Dari Satuan TNI/Polri Tual dan Malra

“Saya tegaskan kepada krimsus Polda provinsi maluku utara agar memanggil serta memeriksa kepala BPKAD Tikep karena telah melakukan perbuatan melawan hukum yakni, melakukn pencairan APBD-P tanpa persetujuan empat fraksi DPRD Tikep,” ucap Azis koordinator lapangan

Azis menambahkan, pada saat pembahasan APBD-P itu sama-sama disetujui walikota dan DPRD anggaran DID masuk APBD 2021. Namun kepala BPKAD Tikep sudah melakukan pencairan sebelum APBD-P disahkan, tanpa ada pelaporan ke DPRD,” tambah Azis.

“Untuk itu kami atas nama Aliansi Pemuda Anti Korupsi Maluku Utara, sekali lagi menegaskan kepada krimsus polda maluku utara agar secepatnya memanggil, serta memeriksa saudara mansur selaku Kepala BPKAD Tidore Kepulauan atas kasus pencairan APBD-P tahun 2020,” sambungnya.

Baca Juga  Satu Warga Masohi Berstatus ODP COVID-19 Meninggal di Buton Selatan

Azis bilang, besok mereka akan kembali melakukan unjuk rasa di kantor Krimsus Polda Maluku Utara untuk kembali mempertanyakan terkait dengan perkembangan kasus tersebut. (adhy)