Nilai Bantuan Pemkot Tidak Masuk Akal, Warga Ongkoliong Kembali Berunjuk Rasa di Balai Kota Ambon

oleh -205 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Puluhan warga Kawasan Ongkoliong, Negeri Batu Merah, Kamis (8/4/2021) kembali berunjuk rasa di halaman Balai Kota Ambon. Kali ini, mereka datang bersama Himpunan mahasiswa Islam (HMI).

Aksi unjuk rasa ini dimulai sekitar pukul 11.00 WIT. Aksi tersebut dilakukan karena menilai bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon tidak masuk akal.

“Saya bilang ini program gila. Masa bangun rumah, kasih ke tukang cuma Rp.2,5 juta, bahkan bangun kandang ayam pun jumlah nya tidak segitu. Ini kan gila”, ujar Wais Alkarni Upuolat sebagai Kordinator Lapangan dalam aksi tersebut.

Wais menjelaskan, ada dua program yang ditawarkan kepada korban kebakaran Ongkoliong. Yang pertama tukar guling, yakni mereka yang hanya memiliki sertifikat saja yang bisa mendapatkan program tukar guling dan yang kedua adalah bantuan Rp.20 juta untuk pembangunan rumah di lahan kosong yang sudah dijanjikan Pemkot di Air Besar, Kecamatan Sirimau.

Link Banner

“Untuk program stimulan swadaya, kita diberikan jaminan lahan 6×10 di Air Besar. Stimulan Rp.20 juta, tapi Rp.17 juta untuk bahan bangunan sedangkan Rp 2,5 juta untuk tukang bangunan,” paparnya.

Baca Juga  Diresmikan Hari Ini, Berikut Fakta Tentang Palapa Ring

Ia mengatakan, program tersebut pernah disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman Kota Ambon bersama dengan asisten I pemerintah pada tanggal 2 April 2021 lalu.

Adapun tuntutan korban kebakaran Ongkoliong Kota Ambon ialah sebagai berikut:

  1. Kepemilikan hak 18 korban kebakaran yang mempunyai sertifikat tanah, akta jual beli, POB dll adalah sah milik korban kebakaran dan tidak bisa diganggu oleh siapapun.
  2. Penolakan warga kepada pemkot Ambon terkait dengan relokasi, karena sebagian korban kebakaran Ongkoliong sudah membangun kembali perumahan di tempatnya masing-masing.
  3. Tawaran pemerintah terkait dengan tukar guling yang mana sangat jauh rendahnya dikarenakan hanya dihitung berdasarkan bekas luas tanah dan tidak dihitung besarnya bangunan fisiknya.
  4. Tawaran pemerintah terkait program stimulan bantuan swadaya (PSBS) sangat jauh rendahnya dikarenakan hanya diberikan lahan kosong seluas 6×10 meter dengan bantuan stimulan sebesar Rp.20.000.000 dengan rincian Rp.17.500.000 untuk bahan material dan Rp.2.500.000 ini adalah biaya tukang. Hal ini bagi kami sangat tidak masuk akal, dapat dimana macam Republik ini adalah pembohongan kepada kami korban kebakaran.
  5. Luas lahan (tanah) yang disediakan oleh pemerintah tidak sesuai dengan lahan sekarang ini yang di tempati kami korban kebakaran yang masuk tanah kelas 1.
  6. Tawaran kami korban kebakaran, bantuan stimulan program (PSBS) Rp.20 juta dialihkan kepada kami korban kebakaran untuk tepat membangun pada tempatnya masing-masing (Ongkoliong).
  7. Korban kebakaran Ongkoliong menagih janji realisasi bantuan pembayaran ganti rugi/stimulan sebesar Rp.15 juta/KK.
  8. Menolak dengan tegas program rumah susun sewa karena tidak adanya jaminan untuk memiliki rumah dalam jangka waktu tertentu.
Baca Juga  Ganggu ibadah, Huwae diseret RR ke polisi

(nicolas)