Porostimur.com, Ambon – Ancaman penyebaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua hingga ke wilayah Maluku menjadi perhatian Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Allan Lohy. Ia meminta pemerintah pusat menyiapkan langkah antisipasi dan turun tangan apabila kebakaran meluas serta berpotensi mengancam kualitas udara dan kesehatan masyarakat Maluku.
Lohy menegaskan, penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada lokasi kebakaran. Potensi penyebaran asap lintas wilayah juga harus menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya dapat meluas hingga mengganggu aktivitas dan kehidupan masyarakat di daerah lain.
Hal tersebut disampaikan Lohy kepada wartawan di Ambon, Kamis (15/10/2026), menyusul rapat kerja gabungan Komisi II dan Komisi III DPRD Provinsi Maluku bersama 13 mitra kerja yang membahas mitigasi karhutla di Maluku, Rabu (14/10/2026).
Dalam rapat yang berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Maluku itu, Lohy menyoroti pentingnya koordinasi lintas daerah, khususnya dengan wilayah Papua Selatan, termasuk Merauke dan sekitarnya, apabila kebakaran di kawasan tersebut berdampak terhadap Maluku.
“Langkah-langkah terpadu harus dikoordinasikan. Pemerintah di wilayah Papua Selatan, termasuk Merauke dan daerah sekitarnya, perlu bergerak bersama untuk menangani persoalan ini,” ujar Lohy.









