Berani Malu atau Pantang Mundur?

oleh -17 Dilihat

Oleh: Suherman, Kolumnis

Politik punya satu ujian paling jujur : ketika pintu ditutup, apakah kita berhenti dengan hormat, atau mencari jendela lain untuk tetap masuk?

Perjalanan politik keluarga Joko Widodo lima tahun terakhir menjadi cermin. Bukan soal siapa yang berkuasa. Tapi soal bagaimana kekuasaan dipertahankan, bagaimana etika diuji, dan sejauh mana batas antara kepentingan pribadi dan kepentingan publik.

1.Dari Wacana 3 Periode ke Pintu MK
Pada 2022, publik dihebohkan wacana presiden 3 periode dan perpanjangan masa jabatan. Jokowi saat itu menyatakan taat konstitusi. Usulan itu akhirnya kandas.

Tapi belum lama jeda, muncul babak baru. 2023, Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.

Baca Juga  Jadwal Liga Champions 14 Oktober 2026: Atletico Madrid vs Manchester United, Arsenal Tantang Lille

Jalan itu terbuka setelah MK mengeluarkan Putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023. Putusan itu mengubah batas usia capres-cawapres dengan pengecualian bagi yang pernah menjabat lewat pemilu.

Kontroversinya : Ketua MK saat itu, Anwar Usman, adalah paman Gibran. Majelis Kehormatan MK kemudian memutus Anwar melakukan pelanggaran etik berat dan memberhentikannya dari jabatan Ketua.

Secara hukum, Gibran sah maju. Secara etika, publik bertanya: apakah ini kebetulan, atau desain?

No More Posts Available.

No more pages to load.