Bodewin Wattimena: Dari Birokrasi ke Balai Kota, Membawa Ambon Menuju Perubahan

oleh -1 Dilihat

Bodewin tidak menempuh pendekatan populis atau seremonial. Ia memperkuat kapasitas birokrasi, menata sistem layanan dasar, dan mendorong kolaborasi antar lembaga. Baginya, kota yang kuat tidak dibangun dari retorika, tapi dari sistem yang bekerja.

Menjahit Warisan dalam Senyap

Lima bulan sejak dilantik, arah kebijakan Bodewin mulai terasa: perencanaan berbasis data, efisiensi anggaran, transparansi, dan partisipasi warga—terutama kaum muda. Ia membuka ruang dialog lintas generasi dan kelompok, menghadirkan platform kolaboratif seperti forum warga, klinik layanan, dan revitalisasi musyawarah kampung.

Di balik gaya komunikasinya yang tenang, ia sesungguhnya sedang menjahit warisan yang pelan namun berdampak panjang. Sebuah model kepemimpinan yang tidak bergantung pada popularitas, tapi pada ketekunan dan keberlanjutan.

Baca Juga  Inspektorat SBB Periksa Kaibobo dan Kairatu, Pengelolaan DD-ADD Masuk Tahap Pemeriksaan

Penutup: Ambon Butuh Kepemimpinan yang Merawat

Kini, dengan legitimasi politik sebagai Wali Kota Ambon hasil pilihan rakyat, Bodewin Melkias Wattimena bukan lagi sekadar pengisi kekosongan kekuasaan. Ia adalah arsitek masa depan Ambon, yang mencoba menata kota ini bukan hanya dengan rencana besar, tetapi juga dengan kesabaran, empati, dan disiplin kerja birokratik.

Ambon, kota yang pernah retak, kini sedang dijahit ulang. Dan waktu membuktikan bahwa untuk tugas seperti ini, kota butuh lebih dari sekadar pemimpin—kota butuh perawat. (Dino Umahuk)

No More Posts Available.

No more pages to load.