Menurut dia, pelaksanaan Sail Tidore mempunyai makna yang sangat luas dan dalam, apakah Pemerintah pusat, Pemerintah daerah, dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
“Ini bukan sekedar urusan berlayar, tetapi pelaksanaan Sail Tidore ini, mungkin masyarakat dunia belum tahu tentang Tidore dan Maluku Utara dan keindahan Tidore, namun kegiatan tersebut sudah terpublikasi secara luas,” tuturnya.
Zaindin bilang, bahwa kegiatan internasional seperti ini tidaklah mudah. Apabila ada satu Provinsi atau Pemerintah Kota maupun Kabupaten yang mampu melaksanakan kegiatan seperti Sail Tidore.
“Saya kira bahwa itu adalah tanda kehebatan dari Provinsi da Kota Tidore Kepulauan,” ujarnya.
Maka dari itu, kata dia, kehadiran masyarakat yang pada malam ini, berbanggalah bahwa Tidore menjadi pilihan tempat pelaksanaan Sail Tidore tahun 2022. “Untuk itu, saya mohon kepada bapak dan ibu, tunjukan kita adalah masyarakat yang mampu melayani tamu dengan ramah,” ungkapnya.
Hal tersebut, sebagaimana disampaikan oleh Wali Kota Tidore Kepulauan, bahwa Tidore adalah daerah yang bersih dan aman ketika menyampaikan sambutannya.
“Ketika berbisik-bisik dengan pak Wali Kota, jalan siang dan malam, pasti dari rumah kembali ke rumah dompet tetap masih ada di kantong. Inilah yang harus kita tunjukan, bahwa kita adalah masyarakat yang ramah,’ jelasnya.









