“Keamanan pangan bukanlah komoditas yang bisa berdiri sendiri. Hal ini memerlukan penguatan peran dari kita semua selaku pemerintah daerah,” ujar Julius.
Karena itu, ia meminta seluruh lintas sektor dan OPD terkait memperkuat sinergi serta mengintegrasikan program pemerintah daerah dengan berbagai program strategis BPOM.
Menurut Julius, integrasi tersebut penting agar program keamanan pangan tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
Monev Jadi Momentum Susun Tindak Lanjut
Julius juga meminta seluruh peserta memanfaatkan workshop dan monitoring evaluasi sebagai ruang untuk melihat kembali capaian program yang telah berjalan.
Selain memetakan keberhasilan, forum tersebut diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai kendala yang masih ditemukan di lapangan, sekaligus merumuskan langkah perbaikan yang konkret.
“Mari kita petakan pencapaian yang ada, diskusikan kendala di lapangan, dan susun rencana tindak lanjut yang konkret agar ketahanan serta keamanan pangan di Bumi Halmahera Barat semakin tangguh dan terintegrasi,” katanya.
Ia berharap hasil monitoring dan evaluasi dapat menjadi dasar penguatan pelaksanaan program ke depan, termasuk dalam membangun koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, sekolah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.









