Nilai pela gandong yang selama ini menjadi fondasi persaudaraan masyarakat Maluku diharapkan tidak berhenti sebagai simbol budaya, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata untuk merawat perdamaian dan mencegah konflik.
Mubes IV Jadi Momentum Evaluasi dan Pemilihan Pengurus Baru
Ketua Umum Majelis Latupati Maluku, Haji Ibrahim M.H. Wokas, menyebut Mubes IV sebagai kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah kerja ke depan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para latupati, tokoh adat, tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah daerah atas dukungan selama masa kepemimpinannya.
Salah satu agenda penting dalam musyawarah tersebut ialah pemilihan ketua umum dan pengurus Majelis Latupati Provinsi Maluku periode 2026–2031. Kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat fungsi lembaga adat, menjaga persaudaraan antarnegeri, serta membantu penyelesaian persoalan masyarakat melalui mekanisme yang mengedepankan dialog dan kearifan lokal.
Rangkaian pembukaan Mubes IV meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, laporan ketua panitia, pertunjukan tari lenso oleh Jujaro Mongare dari Negeri Rutong, sambutan ketua umum, persembahan lagu Trio Galax, serta sambutan Gubernur Maluku yang secara resmi membuka musyawarah.
Kehadiran Dandim 1504/Ambon bersama unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat menandai pentingnya komunikasi lintas sektor dalam menjaga keharmonisan sosial di Maluku.










