Ia menilai bergabung dengan perusahaan akan berisiko melemahkan perjuangan masyarakat adat dalam menjaga hutan dan wilayahnya.
“Saya tidak mau bergabung dengan perusahaan. Dulu saya pernah pimpin aksi di salah satu perusahaan di kawasan Haltim, saya juga difitnah menerima uang ratusan juta dari perusahaan. Olehnya itu saya tidak mau dan komitmen dengan masyarakat adat untuk (jaga) torang pe hutan dan tanah adat,” tegasnya.
Ibrahim juga menambahkan, masyarakat adat Sangaji Maba sejak awal menolak aktivitas perusahaan tambang yang dinilai mengancam kelestarian lingkungan dan ruang hidup mereka. (Tim)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com









