Ia mendorong agar teknologi tidak hanya digunakan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran, tetapi dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menciptakan gagasan dan inovasi.
“Dengan kompetensi yang memadai, lulusan dapat berkontribusi bagi pembangunan sumber daya manusia di Maluku. Kemajuan teknologi dan perubahan zaman menuntut kita untuk adaptif. Karena itu, informasi digital dan AI harus dapat dipergunakan dengan baik, sekaligus meningkatkan kemampuan untuk berinovasi,” ungkapnya.
Bodewin menegaskan, keberadaan Polnam tidak boleh hanya dirasakan di lingkungan kampus. Pendidikan vokasi harus memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Karena itu, lulusan Polnam diharapkan benar-benar memiliki kompetensi yang dibutuhkan sehingga mampu bersaing dan terserap di dunia kerja.
“Polnam harus berdampak di masyarakat dan lulusannya harus dapat diterima di dunia kerja,” tegasnya.
Pemerintah Kota Ambon, kata Bodewin, akan terus membuka ruang kolaborasi dengan Polnam, terutama dalam pengembangan kualitas lulusan dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Pemerintah Kota Ambon tetap mendukung Politeknik Negeri Ambon untuk berkolaborasi dalam pengembangan lulusan dan mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” katanya.









