Porostimur.com, Langgur – Louis Margot (32), petualang asal Swiss sekaligus mantan juara dunia junior dayung, kini menyambangi Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), dalam rangkaian ekspedisi mengelilingi dunia hanya dengan tenaga manusia atau mendayung.
Perjalanan ekstrem yang ditempuh Louis melintasi ribuan mil lautan, menghadapi badai, ombak, hingga rute berbahaya, membawanya singgah di Kei, sebuah persinggahan yang bahkan tidak direncanakan dalam peta ekspedisinya.
Ekspedisi Human Impulse Lintasi Samudra
Melalui misi bertajuk Human Impulse, Louis Margot menjalani perjalanan mengelilingi dunia dengan tenaga manusia sejauh hampir 40.000 kilometer. Ia menargetkan melampaui rekor dunia perjalanan serupa yang saat ini tercatat 5 tahun 11 hari.
Mantan juara dunia junior dayung itu telah menyeberangi Samudra Atlantik sejauh sekitar 5.000 kilometer seorang diri. Ia kemudian melanjutkan tahap paling menantang dalam perjalanannya, yakni penyeberangan Samudra Pasifik lebih dari 11.000 kilometer dengan lebih dari 250 hari berturut-turut di laut.
Secara keseluruhan, Louis telah mengakumulasi lebih dari 300 hari kemandirian di samudra, dengan upaya fisik harian antara 8 hingga 14 jam mendayung.
Persinggahannya di Kepulauan Marquesas dan kemudian Kepulauan Kei mengikuti koridor angin dan arus laut bersejarah yang dahulu digunakan navigator Austronesia. Jalur tersebut memanfaatkan angin musiman, bintang, dan arus samudra untuk bergerak ke arah barat.









