Gelombang Tinggi Capai 4 Meter di Perairan Maluku, Nelayan Diminta Waspada

oleh -62 views
Link Banner

[carousel_slide id=’12211′]

porostimur.com | Ambon: BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi  hingga mencapai empat meter berpeluang terjadi di Laut Seram, perairan selatan Pulau Buru, Laut Banda, perairan Sermata dan Leti hingga Kepulauan Tanimbar, perairan Kepulauan Kai hingga Kepulauan Aru, serta Laut Arafuru di Provinsi Maluku dalam beberapa hari ke depan.


Kepala Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon Ot Oral Sem Wilar Minggu (18/7) mengingatkan bahwa gelombang Gelombang tinggi berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Maluku, termasuk di perairan Kepulauan Babar – KepulauanTanimbar, Laut Banda, perairan selatan Kepulauan Kei, dan laut Maluku bagian utara dengan tinggi 2,5 meter.

Potensi gelombang tinggi, menurut dia, datang karena pengaruh angin yang umumnya bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan terbesar 30 knot (55 km per jam).

Link Banner

Ia menjelaskan, angin kencang dengan kecepatan lebih dari 30 km per jam berpeluang terjadi di Kota Ambon dan Tual, Kabupaten Buru dan Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Maluku Tenggara, Kepulauan Tanimbar, dan Maluku Barat Daya.

Baca Juga  Nakhoda Partai Gerindra Kota Ternate Berganti

Badan Penanggulangan Bencana Daerah sudah menyampaikan informasi cuaca tersebut ke sembilan kabupaten dan dua kota.

Ot mengimbau para nelayan mewaspadai potensi munculnya gelombang tinggi dan tidak memaksakan diri melaut dengan mengandalkan armada tradisional yang kemungkinan tidak kuat menahan terpaan gelombang.

Bila terjadi kondisi cuaca ekstrem, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas 1 Ambon berwenang tidak memberikan izin berlayar, bahkan sekiranya dipandang perlu bisa menutup sementara aktivitas pelayaran sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru.

“Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan kapal laut akibat faktor cuaca karena pertimbangan perlunya memprioritaskan keselamatan,” kata Ot. (Keket)